Archive for August, 2009

h1

District 9

August 31, 2009

district9Film ini cukup mengundang dengan memasang nama Peter Jackson, walaupun hanya sebagai produser. Trailernya pun cukup mengundang, dengan gaya mockumentary. Tampilan Tapi apakah filmnya benar sebagus itu?

Film ini dibuat dengan gaya dokumenter dengan sudut pandang seorang tokoh bernama Wikus van de Merwe, seorang pekerja badan MNU, semacam badan pengelola refugee alien gitu. Alien digambarkan tiba2 sudah ada dibumi tanpa prolog. Bagi beberapa penonton mungkin ini mengganggu, tapi buatku itu sah2 saja mengingat bukan itu yang menjadi fokus cerita melainkan bagaimana manusia bisa menerima kedatangan makhluk asing di hadapan mereka. Read the rest of this entry ?

Advertisements
h1

Merah Putih, Film Perang tanpa Nasionalisme

August 17, 2009

merahputihAku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah dirobeknya Indonesia oleh terorisme. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah komersialisasi film nasional. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah trend haru biru film islami romantis. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah film setan dan penebar syahwat tanpa otak. Dan semua harapan itu aku tumpukkan pada film ini, MERAH PUTIH. Mungkin harapanku terlalu besar dan aku kecewa.

Harapanku, dengan budget yang katanya 60 milyar, dan kru dari negeri paman Sam, paling tidak film ini bisa menyamai film seperti Tjoet Nja’ Dhien, atau November 1828. Semua itu jauh panggang dari api. Film ini dengan semua kemewahan budget dan teknologinya, sekedar menjadi film perang murahan dengan budget B-movie.

Read the rest of this entry ?

h1

GI Joe, yang mana namanya Joe?

August 14, 2009

gijoeSatu lagi film porno-aksi beredar (buat yang bingung kenapa film seperti ini dinamakan porno-aksi lihat posting ini). Ia menjual semua visual efek dengan cerita pas-pasan.

Film ini seperti halnya Transformer juga berasal dari mainan. Kali ini mainannya adalah tentara2an dengan otot berlebih dan segala peralatan canggih. Jangan dilihat logika ceritanya, karena memang pasti tidak masuk akal. Bagaimana mungkin di tengah teknologi modern yang kita kenal sekarang, ada teknologi ultramodern yang jauh melampaui alat militer tercanggih pun.

Untungnya film ini tidak menjual cerita yang melambung terlalu tinggi, sehingga jatuhnya semakin gedebum bunyinya. Ia cukup puas dengan cerita teroris yang mau menguasai dunia, tidak seperti Transformer yang ingin menyelamatkan tata surya dari robot yang mau meledakkan matahari! Read the rest of this entry ?

h1

The 99, Sebuah Serial Komik dari Dunia Islam

August 7, 2009

99Kita sudah kenal Superman, Spiderman, X-Men. Kita juga kenal Naruto, One Piece dan Conan. Siapa pula The 99. Ia adalah sebuah pendatang (yang relatif) baru dalam dunia komik, lahir di antara dua kutub komik dunia, Amerika dan Jepang, dari dunia Islam.

Komik ini ditulis oleh Naif Al Mutawa, bersama dengan komikus yang sudah malang melintang di Marvel dengan seri X-Men, Fabian Nicieza. Idenya lahir dari 9/11, bahwa 9 x 11 = 99, dan ini dihubungkan dengan Asma’ul Husna, 99 nama Allah. Alangkah indahnya jika kesemua sifat2 ilahiah tersebut dimanusiakan dalam bentuk superhero, dan dengan demikianĀ lahirlah komik ini. Read the rest of this entry ?

h1

Up, Pixar has done it again!

August 5, 2009

upPixar menjadi satu2nya studio yang menjadi jaminan mutu. Setelah Incredibles, praktis semua film yang ia keluarkan adalah film yang luarbiasa (tanpa merendahkan film sebelum Incredibles). Setelah WALL-E, kita mengira Pixar telah kehabisan ide, tetapi ternyata ia muncul lagi dengan ide yang tidak kalah brilian.

UP adalah sebuah film yang benar2 untuk semua umur. Di dalam film ini, emosi penonton yang sudah dewasa dipuaskan, dan kelucuan khas anak2 pun dipuaskan. Ia benar2 adalah sebuah tontonan keluarga yang sempurna.

Pixar juga konsisten dengan cerita, tidak seperti tren Hollywood yang lebih mementingkan efek visual atau suara. Meskipun film unggul secara grafis dan juga disajikan dalam pilihan format 3D, ia tidak melupakan faktor cerita. Read the rest of this entry ?