Archive for April, 2009

h1

Tales from Earthsea, film Ghibli yang paling mengecewakan

April 27, 2009

tales_from_earthseaMau tidak mau semua penonton film keluaran studio Ghibli punya ekspektasi tersendiri terhadap film2 keluaran studio ini. Dua nama besar studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki dan Isao Takahata seperti jaminan mutu untuk sebuah film kartun berkualitas, baik yang magical dan kreatif seperti Miyazaki, maupun yang kelam dan realis seperti Takahata.

Kali ini adalah barisan kedua (atau cadangan yah?) dari studio Ghibli yang turun, yaitu Goro Miyazaki, anak dari Hayao Miyazaki. Ia nampaknya belum bisa mengarahkan film sekelas senior-seniornya. Sentuhan khas studio Ghibli belum terlihat dalam film ini, di luar tata gambar dan tata suaranya. Read the rest of this entry ?

h1

Watchmen, bukan Superhero biasa

April 27, 2009

watchmenAku tidak akan seperti kritikus lainnya yang membandingkan novel grafisnya dengan filmnya. Di satu pihak tidak fair, karena sebuah film adalah sebuah karya seni yang berbeda dengan buku, dengan kelebihan dan kekurangannya. Di lain pihak, emang gue belum baca novel grafisnya.

Film ini sendiri pasti tidak memenuhi ekspektasi sebagian besar penontonnya. Pertama, ia bukan film superhero biasa, dimana jagoan ngegebukin penjahat. Ia adalah sebuah superhero yang menggambarkan konflik internal di antara superhero itu sendiri. Kedua, film ini bahkan bukan tentang kebaikan melawan kejahatan seperti pakem film superhero biasa, ia mempertanyakan banyak hal yang filosofis, seperti apa sebenarnya manusia di dalam jagat ini. Read the rest of this entry ?

h1

Lari dari Blora, Lari dari Kenyataan

April 17, 2009

bloraDi luar pengetahuanku, di Indonesia ada yang juga menganut Civil Disobedience seperti yang ditulis oleh Henry Thoreau. Mereka adalah orang-orang Samin, pengikut Samin Surosentiko (1859-1914). Kisah mereka inilah yang coba diangkat film ini.

Secara ide, film ini sangat menarik, melihat bagaimana orang-orang Samin ini hidup di era modern di dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, dengan menutup diri dari dunia luar dan tidak mau mengakui hukum di luar hukum yang mereka buat sendiri.

Ia dimulai dengan seorang peneliti dari Amerika yang ingin meneliti tentang masyarakat Samin. Sementara itu dua pelarian dari penjara juga bersembunyi di tengah masyarakat Samin dengan harapan bebas dari jangkauan hukum. Sementara itu seorang guru muda idealis (atau sok idealis) membantu sang peneliti sambil berjuang untuk “mencerdaskan” masyarakat Samin. Read the rest of this entry ?

h1

Knowing, Pengetahuan adalah Kutukan

April 16, 2009

knowingFilm ini kurang mendapatkan pujian dari kalangan kritikus, kecuali dari Roger Ebert. Roger Ebert sendiri menulis cukup banyak di blognya mengenai mengapa banyak kritikus tidak menyukai film ini.

Film ini mungkin agak sulit dimengerti oleh mereka yang tidak terbiasa dengan fiksi tema apocalypse (akhir dunia).  Apalagi ditambah dengan beberapa konsep akhir dunia yang meskipun sering diberi label pseudosains tapi mendapat perhatian yang cukup besar umumnya dalam buku2 sains populer.

Salah satu kekuatan film ini adalah intensitasnya yang didukung oleh tata musik dan editing yang baik. Sudah lama saya tidak menikmati film yang se-intense ini dalam penggambarannya. Mungkin juga karena saya sudah tahu ide dasar dari film ini sehingga tersedot ke dalam alur cerita dan benar-benar bisa menikmati film ini. Read the rest of this entry ?

h1

The Namesake, Hati-hati ngasih nama…

April 14, 2009

namesakeSebenarnya film ini sudah beredar lama, tapi tidak masuk di Indonesia. Kalau mau dicari hanya ada dalam VCD/DVD.

Sekilas judul film ini agak menipu, karena kurang bisa dipahami maksudnya. Kalau diterjemahkan harafiah, Namesake, artinya “demi nama”. Tidak banyak membantu kan? Tapi begitu kita masuk ke dalam filmnya, ternyata ini memang sebuah film tentang sebuah nama.

Film ini terus terang membawa dua nama besar: sutradaranya Mira Nair, yang sudah terkenal kemana-mana, dan cerita aslinya yang ditulis oleh Jumpha Lahiri, seorang peraih Pulitzer, walaupun bukan untuk karya ini. Dua ini saja sudah menjadi jaminan, paling tidak cerita dari film ini tidak akan ecek-ecek. Read the rest of this entry ?