Archive for October, 2008

h1

Anlat Istanbul, Fairy Tale with a Twist

October 28, 2008

Film ini adalah sebuah film Turki yang diputar dalam European Film Festival 2008. Film ini juga adalah pemenang dari National Competition di 24th International Istanbul Film Festival.

Luar biasa! Begitu kataku begitu film ini usai. Film ini di-blend ibarat sebuah koktil yang memberikan sebuah after-taste yang enak setelah ditonton.

Film ini dibuka sebagai sebuah dongeng dan ditutup juga oleh sebuah dongeng, dengan setting Istanbul, sebuah kota modern dengan seribu kisah seribu makna, bagi orang yang menjadikan kota ini sebagai rumahnya. Kisah ini dimulai dengan seorang peniup klarinet tua yang punya istri yang muda dan cantik, dan dengan cepat mengalir pada anak perempuan seorang kingpin yang baru saja terbunuh oleh intrik istrinya. Lalu mengalir pada seorang pelacur, seorang perempuan setengah gila, dan seorang perempuan yang baru bebas dari penjara bersama anak perempuannya yang masih kecil, dan ditutup kembali dengan peniup klarinet tua yang pertama. Read the rest of this entry ?

h1

Zostane to medzi nami (It Will Stay Between Us)

October 27, 2008

Film ini adalah salah satu film yang sedang diputar dalam European Film Festival 2008, produksi Ceko Republik, subtitle bahasa Inggris.

Ide cerita film ini sebenarnya cukup menarik, yaitu cinta segitiga, dimana yang satu bisa memberikan segala2nya kecuali cinta, dan yang lain hanya mampu memberikan cinta, minus yang lain2nya. Sebuah tema yang menarik, namun sayangnya digarap secara tidak maksimal, dan menjadi sebuah film yang biasa2 saja.

Yang membuat film ini lemah kupikir adalah sang sutradara, yang tidak tahu bagaimana mengeksekusi ide cerita ke dalam bahasa gambar. Memang ada beberapa adegan yang menarik, namun secara keseluruhan, film ini cukup membosankan.

Akting di dalam film ini sebenarnya cukup bagus, hanya saja karena tidak didukung oleh skrip dan penyutradaraan yang kuat, semuanya seolah seperti sia-sia.

Film: 2.5/5

Sutradara: 3/5

Skrip: 3/5

Sinematografi: 2.5/5

h1

Mongol, Sebuah Kisah di Balik Genghis Khan

October 21, 2008

Kita semua tahu Genghis Khan dengan segala kebesarannya, tapi sedikit yang tahu bagaimana ia bisa menjadi seorang pemimpin yang pernah menaklukkan setengah dunia. Film ini adalah sebuah interpretasi yang mencoba bagaimana dari seorang anak bernama Temujin, ia menjadi orang yang paling berkuasa di dunia, Sang Khan yang Agung, Genghis Khan.

Kisahnya dimulai dari kematian ayahnya Temujin (nama kecil Genghis Khan) Yesugei, Khan sukunya Temujin. Sejak itu sang Temujin kecil harus menjadi dewasa lebih cepat untuk mampu bertahan hidup. Ia sendiri sejak kematian ayahnya selalu dikejar2 oleh orang yang menginginkan kematiannya, untuk memutus jalur keturunan Yesugei. Sergei Bodrov, sang sutradara menggambarkan kisah Genghis Khan di waktu kecil ini berdasarkan buku The Secret History of the Mongols. Semua kesulitan yang menimpanya justru membuatnya menjadi sebuah pribadi yang luar biasa kuat, yang nantinya akan menjadi seorang penguasa yang menyatukan seluruh Mongol dan menaklukkan separuh dunia. Read the rest of this entry ?

h1

Sagoo Kitchen

October 14, 2008

Sagoo Kitchen adalah sebuah restoran yang baru buka di Mall Kelapa Gading Lantai 1, berseberangan dengan Yuraku dan Pizza Hut. Yang ditawarkan adalah masakan cina peranakan, khususnya yang khas Semarang. Yang menarik adalah selain menyajikan menu2 cina peranakan, ia juga menjual segala macam jajanan jadul, dan juga segala macam pernak-pernik jadul. Di sana anda bisa menemukan gelas kaleng berwarna hijau atau biru yang udah jadul banget, minyak kayu putih cap ayam, mainan balon yang ditiup dari cairan kentel yang hijau, wafer superman, dan masih banyak lagi. Tempat ini bisa jadi referensi kalau anda lagi buat film dan cari properti yang jadul :p Read the rest of this entry ?

h1

Melihat Laskar Pelangi

October 6, 2008

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Film yang paling diantisipasi tahun ini memenuhi bioskop di seluruh nusantara disertai dengan antrian panjang, mengulang kesuksesan bukunya. Karena penasaran dan tidak ingin ketinggalan, kutonton juga film ini meskipun hanya di bioskop sebelah rumah yang hanya 10ribu tiketnya yang AC-nya sudah tidak dingin lagi.

Film ini dibuka dengan adegan yang cukup menarik, adegan orang masuk kerja di PN Timah yang disertai dengan suara sirene yang pasti sudah menjadi pengalaman biasa orang yang tinggal di bumi Belitung (aku menolak menggunakan kata Belitong karena bukan istilah geografis standar dalam pergaulan ilmiah, biarlah kata Belitong menjadi bahasa lisan saja di lidah orang Belitung, tidak perlu dibakukan menjadi bahasa tulisan). Adegan pun lalu berpindah ke tempat fokus film ini, yaitu SD Muhammadiyah Gantung (aku juga menolak memakai kata Gantong dalam bahasa tulisan). Bergulirlah dengan demikian film ini.

Sebagai seorang yang besar di Belitung, terus terang aku melihat bahwa film ini gagal meng-capture suasana di Belitung. RIri Riza terlalu fokus di dialog seperti dalam penceritaan bukunya, namun gagal mengeksploitasi secara maksimal bahasa gambar. Ia hanya memakai bahasa gambar itu dengan kuat di scene pertama, selebihnya kedodoran. Read the rest of this entry ?