h1

A Barefoot Dream, Slumdog dari Timor Leste

October 20, 2010

Cukup aneh sebetulnya film ini kurang mendapat sambutan meriah di Indonesia. Mungkin karena ia hanya diputar secara terbatas di jaringan Blitz Megaplex.

Film ini bercerita tentang mimpi anak2 Timor Leste menjadi pemain sepakbola profesional, lewat hati emas seorang pelatih dari Korea Selatan. Yang menarik adalah sang pelatih sebenarnya adalah seorang looser yang sebenarnya sampai ke Timor Leste karena mencob menjadi oportunis di sebuah negara yang baru berdiri, yang bermimpi memonopoli toko alat olah raga di Dili, Timor Leste.

Tema film tentang perjalanan seseorang dari zero-to-hero mungkin bukan barang baru. Tapi harus kuakui sang sutradara bisa memindahkan kisah nyata sang pelatih asal Korea tersebut, Kim Shin-hwan ke dalam layar lebar. Emosinya sangat terasa, dan ini didukung oleh akting alamiah anak2 yang menjadi pemain bola di dalam film ini.

Sang sutradara nampaknya tidak takut untuk memanfaatkan “drama” meskipun harus melenceng kisah nyatanya, untuk membuat film ini lebih kuat. Misalnya pertandingan final Rivelino Cup yang dimenangkan oleh kesebelasan Timor Leste ini atas tim Jepang, sebenarnya berakhir 4-2, dan kemengannya tidaklah sedramatis seperti yang di film yang berakhir dengan skor 3-2.

Cukup pantas kiranya film ini mewakili Korea adalam ajang Oscar dalam kategori Best Foreign Language Film. Meskipun belum tentu menang karena saingannya juga berat2, tapi film ini benar2 gak malu2in untuk mewakili Korea.

Film: 4/5

Akting: 4/5

Sutradara: 4.5/5

Skrip: 4/5

Fakta di balik film:

Sang pelatih, memang seorang yang gagal dalam hidupnya. Gagal bisnis kayu di Kalimantan, dan juga gagal kehidupan perkawinannya. Ia sendiri tidak berhasil sebagai seorang pemain bola profesional, walaupun ia suka bermain bola.

Kesebelasan U-14 Timor Leste memang memenangkan Rivelino Cup di Hiroshima di tahun 2004, dengan 6 kemenangan spektakuler, dan menaklukkan tim kuat Jepang di final. Suatu prestasi luar biasa bagi sebuah negara yang baru lahir, dan tim yang boleh dikatakan anak jalanan. Dan mereka berhasil mempertahankan piala ini di tahun berikutnya!

Kim Shin-hwan sampai sekarang masih melatih di Timor Leste, tanpa digaji, hanya hidup dari donasi negara asalnya. Ia sendiri ditawari melatih tim anak-anak Singapura dengan gaji tinggi, yang ditolaknya tanpa berpikir panjang.

Kim Shin-hwan inilah yang juga menjadi pelatih U-16 Timor Leste yang baru saja mengalahkan tim Indonesia 2-0 dalam perebutan tempat ketiga kejuaraan AFF U-16 Asia di stadion Manahan Solo September 2010.

Timor Leste U-16 masuk final AFC, dan dipenyisihan berada di puncak grup bersama Cina dengan poin 13, yang mereka tahan imbang 0-0 dalam penyisihan grup. Di final mereka berada di grup C bersama Jepang, Australia dan Vietnam.

Sumber:

http://www.koreafocus.or.kr/design2/features/view.asp?volume_id=99&content_id=103103&category=H

http://www.fifa.com/aboutfifa/federation/news/newsid=100104.html

http://www.aseanfootball.org/news_d.asp?id=1469

http://www.the-afc.com/en/afc-u16-championship-2010/29743-afc-u-16-championship-schedule

http://www.the-afc.com/en/afc-u16-championship-2010/25422-timor-lestes-success-six-years-in-the-making

16 comments

  1. Aku udah unduh film ini 2 minggu lalu, tapi gak ada subs. Sampai skrg masih nyari2 subs inggris blm ketemu jg.


    • Sy sdh nonton filmnya, baguuuuus !!! orang miskin juga boleh bermimpi .. terbukti bs jd kenyataan… sempat menitikan air mata ketika pelatihnya mau balik ke korea tp Ramos di tangkap di kantor polisi, malah gak jadi plg demi membela anak2 yg sebagian adalah yatim piatu karena ortu jd korban gencatan senjata di sana. Padahal di korea dia di tawari jd pelatih dgn gaji yg lumayan, tp lebih memilih tinggal di Timor leste walau meski tidur di gigitin nyamuk teruuuus…

      berawal dr jualan sepatu, memaksa anak2 jalanan pakai sepatu ketika bermain bola sampai boleh kredit segala, sampai ada yg mau bayar pakai ayam kesayangan… hiks.. mengharukan sekali…

      bapak duta besar korea utk Timor leste juga, baik ya…🙂

      Porsa Timor leste, sy ikut bangga dengan kalian walau sy org Indonesia🙂


  2. oke bangeyt


  3. Timor Leste memang sudah diramalkan, meski waktu itu setengah becanda, oleh gue dan kawan2 bakal menjadi salah satu raksasa sepak bola di Asia-Pasifik.
    Sebenernya bukan ramalan juga tapi juga didasari asumsi bahwa mereka kan berafiliasi dengan Portugal yang salah satu raksasa di Eropa. Dan jangan lupa bahwa Portugal juga pernah menjajah Brazil. Maka koneksi itulah yang jadi dasar asumsi kami waktu itu. Bukan ngga mungkin bahwa satu waktu Timor Leste bakal dilatih pelatih berkebangsaan portugal dan menaturalisasi pemain Brazil atau Portugal.

    Sekalipun ramalan kami tentang asumsi koneksi Timor Leste-Portugal-Brazil itu meleset, tapi kekuatan sepak bola negara pertama yang merdeka pada abad 21 itu sudah keliatan jelas sekali. Nggak sabar menanti kiprah mereka di kancaha sepak bola yg lebih senior.


  4. Terus terang, gue sedikit kecewa nonton film ini (premier di Blitz). Kalo saja Park Hie-soon sebagai Kim Won-kang ga sekonyol itu perannya… Mungkin ini kesalahan sang sutradara/penulis cerita Kim Tae-gyun dalam mengarahkan atau emang improvisasi dari sang aktor sendiri. I mean, beberapa adegan itu terlalu konyol dan berkesan memaksakan unsur komedinya. Stereotip cowok-cowok Korea yang konyol gimana gitu… Belum lagi aktingnya setengah-setengah (I’m talking to you, Mr. Park Hie-soon^^) dan skripnya juga kurang kuat, kurang emosional, kurang bisa menggali “poin inspirasional” untuk film yang bertema hal ini.


  5. yea…
    kita lihat saja semoga permainan sepak bola negara Tetangga Kita bisa menjadi yang terbaik di asia dan juga dunia…
    dan juga menjadi bukti bahwa orang TIMOR juga mempunyai kemampuan yang luar biasa..
    go Ramos, Motavio dan Tua………

    salam MILANISTY
    ;))))


  6. you are the best timor leste


  7. bagus nih, filmx,,
    sekilas lht di Global TV liburan Juni lalu,,

    mgkn bsa share link to download,,,?


  8. Dengan film inilah yang membuat Timor Leste lebih semanggat dan bawa U-14 ke final


  9. go…go…go…. Timor Leste juga bisa, dan sebentar lagi Timor Leste akan kalahkan negara negara yang jago di Asia tengara.


    • good luck timor leste,,,,!
      hwaithing…!!


  10. barusan nonton film nya di Net TV, touching n motivating


  11. Saya tidak sengaja menonton film A Barefoot Dream di NET TV,saya sebagai seorang yang berdarah turunan Timor Leste dari ibu saya , sangat bangga dan terharu karena Film ini mengangkat citra sodara sodara saya di Timor Leste,aktor utama Park Hiee-Soon dalam film ini,sudah saya sangat kenal dalam Film Irish drama tv yang mengisahkan tentang kudeta Intelejen Korea Selatan & Korea Utara.Walaupun saya dan keluarga sekarang sudah lebih memilih tinggal di luar Timor Leste,saya tetap mendukung Timor Leste untuk terus berkiprah di Industri olahraga Bola Kaki,go go tim Sepak Bola Timor Leste Bumi Timor Lorosai…….


  12. Sekali lagi berita gembira bagi pengemar sepak bola Timor Leste. Kesebalasan Timor Leste umur 12 (sub-12) yang berlaga di piala Minhwa Broadcasting Cooperation (MBC) cup 2012 berhasil merebut juara kedua setelah kalah dari Tim Korea selatan melalui adu penalti dengan skor 4-5. Kebanggaan buat tim Timor Leste berlanjut dengan terpilihnya dua pemain Timor Leste sebagai top skor di event ini. Sebagaimana informasi yang penulis kutip dari situs http://cjitlnoticias.sapo.tl/
    kesebelasan Sub-12 berada di group C bersama: madagaskar dan tim Jepang. Dalam pertandingan tersebut tim Timor Leste berhasil mengalahkan tim Madagaskar dengan skor 1-0 dan berlanjut dengan mengalahkan tim Jepang 8-1. Dengan perolehan hasil tersebut tim Timor leste menjadi juara group dan menghadapi tim dari Indonesia di babak semifinal. Pada pertandingan semifinal, kebelasan Timor Leste berhasil mengalahkan Indonesia dengan skor 4-1 dan melaju maju ke babak final dengan berhadapan tim tuan rumah-Korea selatan. Semoga melalui hasil yang diperoleh tim yunior umur 12 tahun ini, bisa memacu semangat dalam mendorong perkembangan persepakbolaan di bumi Timor Leste.

    pada tahun 2013 Timor Leste u-14 dikualifikasi AFC U-14 menduduki peringkat pertama seAsean didampingi oleh thailand lolos ke AFC U-15 tahun ini, yang akan betanding di iran agustus nanti. di penyisihan ini timor leste meraup poin penuh + top score

    4 kemenangan atas Vietnam (2-1), Brunei Darrusalam (14-0), Myanmar (6-1) dan Filipina 8-1, serta sekali seri atas Malaysia (0-0) memasukan 30 gol dan kemasukan 3 gol

    2014 Jenesys 2.0 Japan Asean Football Exchange Program Tournament

    1. Champion – Timor-Leste U-14
    2. Runner-up – Thailand U-14
    3rd – Laos U-14
    4th – Malaysia U-14
    5th – Vietnam U-14
    6th – Philippines U-14
    7th – Japan U-14
    8th – Myanmar U-14
    9th – Brunei DS U-14
    10th – Indonesia U-14
    11th – Cambodia U-14
    12th – Singapore U-14

    timor leste vs Idonesia 3-0
    timor leste vs Laos 2-0
    timor leste vs japan 2-0
    timor leste vs vietnam 0-0


  13. pencapaian anak-anak di atas semuanya tidak terlepas dari seorang Mr. KIM pelatih yang mengabdikan dirinya untuk anak2 timor leste,,,terima kasih Mr. KIM



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: