Archive for November, 2008

h1

11th Hour, Sebuah Dokumenter

November 28, 2008

the-11th-hourFilm ini di awalnya terlihat seperti sebuah dokumenter tentang GLOBAL WARMING. Tapi begitu saya menontonnya ternyata lebih dari sekedar itu. Mulanya saya sempat skeptis mengingat film ini diproduksi oleh Leonardo di Caprio dan diedarkan oleh Warner Bros. Tapi ternyata film ini memang tidak biasa.

Film ini memang dibuka dengan sebuah isu yang sangat klise bahkan basi, yaitu GLOBAL WARMING. Hampir setiap saat kita mendengar itu, dan ini malah sekarang menjadi sebuah gaya hidup sehingga menjadi sesuatu yang sudah kehilangan aura perjuangannya. Walaupun sudah terdengar di mana-mana, sebenarnya belum begitu banyak orang yang tahu apa sebenarnya GLOBAL WARMING itu dan sekedar ikut-ikutan tren hijau. Read the rest of this entry ?

Advertisements
h1

Body of Lies, film spionase biasa

November 24, 2008

bodyofliesSaya memang agak terlambat nonton film ini. Ini disebabkan dengan mewabahnya (dalam arti negatif) film Indonesia di bioskop2 21 sehingga film ini hanya dapat waktu putar sekitar 2 minggu (sedangkan JANDA KEMBANG gak tau udah berapa bulan di bioskop sebelah rumah). (sorry, curhat colongan).

Film ini memang cukup serius dalam menggarap tema terorisme, dengan memakai bahasa2 yang lazim kita temui dalam artikel2 yang membahas terorisme, bahkan mengutip beberapa ayat2 quran yang dipakai untuk membenarkan terorisme.

Tapi ya hanya segitu. Ia gagal mengeksplor lebih dalam tentang perang melawan terorisme ini, baik dari sisi agen rahasia anti terorisme maupun dari pihak teroris itu sendiri.  Read the rest of this entry ?

h1

Into the West, sebuah Miniseri Indian Amerika

November 6, 2008

intothewestSebuah miniseri produksi Steven Spielberg belum lama ini diputar di TV Amerika dan mendapat sambutan yang luas, menyusul kesuksesan miniseri Band of Brothers. Miniseri ini mengambil tema yang tidak biasa yaitu kolonisasi bagian barat Amerika yang pada akhirnya berakibat pada pengusiran suku Indian dari tanah mereka.

Miniseri ini ibarat sebuah pengakuan akan kesalahan yang telah diperbuat oleh bangsa Amerika terhadap suku Indian. Di sini digambarkan dalam fragmen-fragmen, bagaimana suku Indian, perlahan namun pasti, kelaparan karena kehilangan buruan, dan akhirnya terusir dari tanah mereka.

Kesemuanya ini digambarkan melalui potret sebuah keluarga pembuat roda, Wheeler, yang anak-anaknya menyebar di seluruh penjuru Amerika. Pada saat yang sama sebuah kisah yang paralel dari sudut pandang Indian Lakota juga diceritakan, mengikuti sudut pandang seorang shaman yang bermana Loved-by-the Buffalo. Secara simbolis dua benturan peradaban ini digambarkan sebagai benturan dua roda, roda kereta pada kolonis yang menuju ke barat dan roda kehidupan orang Indian yang suci bagi mereka. Read the rest of this entry ?