Posts Tagged ‘superhero’

h1

GI Joe, yang mana namanya Joe?

August 14, 2009

gijoeSatu lagi film porno-aksi beredar (buat yang bingung kenapa film seperti ini dinamakan porno-aksi lihat posting ini). Ia menjual semua visual efek dengan cerita pas-pasan.

Film ini seperti halnya Transformer juga berasal dari mainan. Kali ini mainannya adalah tentara2an dengan otot berlebih dan segala peralatan canggih. Jangan dilihat logika ceritanya, karena memang pasti tidak masuk akal. Bagaimana mungkin di tengah teknologi modern yang kita kenal sekarang, ada teknologi ultramodern yang jauh melampaui alat militer tercanggih pun.

Untungnya film ini tidak menjual cerita yang melambung terlalu tinggi, sehingga jatuhnya semakin gedebum bunyinya. Ia cukup puas dengan cerita teroris yang mau menguasai dunia, tidak seperti Transformer yang ingin menyelamatkan tata surya dari robot yang mau meledakkan matahari! Read the rest of this entry ?

Advertisements
h1

Wolverine, Awal X-Men yang gagal

May 1, 2009

wolverineWolverine, film ini diniatkan untuk me-reboot serial X-Men, seperti tendensi yang sedang ada di Hollywood (Batman Begins misalnya). Jika Batman berhasil, Wolverine gagal… Di satu pihak ia ingin menggambarkan Wolverine secara psikologis, namun dipihak lain ingin mempertahankan action khas superhero. Dengan skrip yang pas-pasan, jadilah sebuah film yang kosong.

Sebagai sebuah film hiburan, ia tidak gagal sebetulnya. Actionnya cukup menghibur dan secara visual juga mantap. Tapi ceritanya begitu klise sehingga mengurangi kenikmatan penonton yang berharap lebih. Read the rest of this entry ?

h1

Watchmen, bukan Superhero biasa

April 27, 2009

watchmenAku tidak akan seperti kritikus lainnya yang membandingkan novel grafisnya dengan filmnya. Di satu pihak tidak fair, karena sebuah film adalah sebuah karya seni yang berbeda dengan buku, dengan kelebihan dan kekurangannya. Di lain pihak, emang gue belum baca novel grafisnya.

Film ini sendiri pasti tidak memenuhi ekspektasi sebagian besar penontonnya. Pertama, ia bukan film superhero biasa, dimana jagoan ngegebukin penjahat. Ia adalah sebuah superhero yang menggambarkan konflik internal di antara superhero itu sendiri. Kedua, film ini bahkan bukan tentang kebaikan melawan kejahatan seperti pakem film superhero biasa, ia mempertanyakan banyak hal yang filosofis, seperti apa sebenarnya manusia di dalam jagat ini. Read the rest of this entry ?

h1

The Spirit, without Spirit

January 15, 2009

the-spirit-posterSaya menunggu ini dengan penuh harapan, karena ada kaitannya dengan Frank Miller, yang membuatku ternganga2 dengan 300 dan Sin City-nya. Film ini boleh dibilang adalah titik rendahnya. Film ini ibarat sebuah film tanpa spirit. Hanya potongan-potongan komik tak bermakna.

Film ini dibuka dengan seorang jagoan yang seperti bayangan, menyusup di sela-sela kota, dan ditemani oleh kucing-kucing. Jagoan ini tidak bisa mati seperti kucing yang memiliki 9 nyawa, sebuah simbolisme yang menarik. Dan kemudian film ini mengalir dengan cerita yang linier dan gampang ditebak, tidak menyisakan ketegangan kepada penonton.

Film ini sebenarnya punya potensi untuk menjadi sebuah film bagus. Hanya saja mereka melupakan sebuah unsur yang paling penting dalam sebuah film, yaitu CERITA. Film ini gagal dalam bercerita. Read the rest of this entry ?

h1

Batman, The Darkest Knight

August 15, 2008

Terus terang saya cukup terkejut dengan The Dark Knight, film Batman yang baru ini. Film ini sungguh sebuah film psikologis yang serius. Meskipun dibalut dalam cerita superhero yang biasanya berkesan anak2, film ini sungguh bisa disandingkan dengan film2 serius lainnya.

Peringatan: Film ini bukan untuk anak2. Penuh kekerasan dan psikologi orang sakit jiwa! Strickly 17 tahun keatas!

Batman yang di-reboot, sejak Batman Begins lewat besutan Christopher Nolan, memang telah berubah dari Batman sebelumnya. Ini sebenarnya tidak terlalu aneh kalau kita tahu film2 psikologis yang pernah disutradarai Nolan seperti Memento dan Insomnia yang banyak mendapat pujian. Ditambah lagi dengan casting yang luar biasa. Christian Bale nampaknya mulai menapaki karir sebagai salah satu aktor muda yang layak mendapat perhatian. Begitu pula dengan tokoh penjahat di dalam seri ini. Kita semua sudah tahu kepiawaian Liam Neeson yang dalam film pertama menjadi mentor-nya Batman sebagai seorang ninja sekaligus penjahat. Begitu pula dengan Gary Oldman yang memerankan sang polisi Jim Gordon. Oldman mampu menghidupkan karakter polisi ini dengan semua dilemanya secara nyata. Maggie Gyllenhaal secara umum juga lebih baik dari karakter perempuan di seri Batman lainnya (lagi pula ia satu2nya karakter perempuan yang mati). Read the rest of this entry ?

h1

Hancock, Hero with an Attitude

July 7, 2008

Hollywood nampaknya lagi bosan dengan superhero yang itu2 saja, sehingga mereka mencoba menciptakan hero baru. Namanya Hancok. Mungkin Anda pernah dengar nama John Hancock alias asuransi. Apakah ada kaitannya, liat sendiri di filmnya yah… :p

Awal film ini cukup menjanjikan dengan alunan musik blues dan hawa yang hitam, di tengah kota Los Angeles. Editing adegan di awal juga cukup menjanjikan dan tidak biasa. Lalu muncul seorang superhero dengan gaya ugalan dan setengah mabuk, dengan gaya jalanan dan R&B. Adegan selanjutnya adalah adegan superhero yang tidak biasa, a superhero with an attitude. Superhero ini besar mulut, mudah tersinggung, dan penuh sumpah serapah seperti seorang negro jalanan. (Jangan bawa anak2 nonton film ini, banyak kata2 jorok). Read the rest of this entry ?

h1

Iron Man, meneruskan tradisi Hero kelas 2

May 3, 2008

Hero-hero kelas dua mulai tayang di layar lebar. Belum lama ini ada Ghost Rider. Lalu Silver Surfer yang muncul di Fantastic Four. Di lain pihak, Iron Man adalah tokoh komik Marvel, satu di antara raksasa komik Amerika, bersama DC.

Yang menarik dari tokoh2 komik Marvel yang difilmkan adalah psikologi tokohnya. Terus terang ini membuat aku lebih suka tokoh Marvel yang lebih manusia dibandingkan dengan tokoh DC yang seolah super segala2nya. Lihat saja Spiderman, yang kesulitan untuk menjalani jati diri ganda, sebagai seorang superhero, dan seorang wartawan gagal. Beda sekali dengan Clark Kent yang juga sukses dalam karirnya di Daily Planet. Read the rest of this entry ?