Archive for September, 2009

h1

Hangover, sebuah Komedi Gaya Baru

September 16, 2009

hangoverHollywood sebenarnya sudah mati ide. Sudah lama tidak ada komedi baru, semenjak era Nora Ephron yang merajai komedi romantis ala When Harry Met Sally, Sleepless in Seattle, lalu diteruskan oleh era komedi “menjurus” Farelly Brothers ala There’s Something About Mary, lalu komedi jorok ala American Pie, dan yang paling parah adalah komedi parodi Wayans Brothers dari Scary Movie (yang sebenarnya lumayan menyegarkan) sampai Disaster Movie yang bikin muntah. Setelah itu praktis semua komedi mirip2, gak ada inovasi baru. Kehadiran Hangover, menjadi menyegarkan karena yang ditawarkan adalah sebuah format komedi yang berbeda, di tengah penyakit sequel dan franchise.

Ia sebenarnya masuk dari komedi romantis, namun kemudian berbelok tajam meninggalkan genre itu sama sekali. Jalan ceritanya menjadi sulit ditebak dan hal yang baru muncul di tengah tikungan. Read the rest of this entry ?

Advertisements
h1

Hurt Locker, Bukan Film Perang Biasa

September 15, 2009

hurtlockerFilm ini bukan film perang biasa, mengikuti tradisi film Apocalypse Now dan Full Metal Jacket. Ia tidak meletakkan perang sebagai sebuah heroisme. Ia tidak menentukan tokoh secara hitam putih, mana penjahat dan mana jagoan. Ia bahkan tidak memberikan sebuah jalan cerita, melainkan hanya beralih dari satu penjinakan bom ke penjinakan bom lainnya.

Tapi justru itulah yang ditawarkan film ini, sebuah keseharian dari para penjinak bom, yang menghitung hari, yaitu 40 hari sebelum bisa beristirahat dan dirotasi ke tempat lain. Sebuah hidup menghitung hari, yang selalu bergulat dengan maut, yang bisa menjemput setiap saat. Read the rest of this entry ?

h1

Cin(t)a, sebuah film tentang Kau, Aku dan Tu(h)an

September 8, 2009

cintaAkhirnya, sebuah film Indonesia yang memenuhi seluruh ekspektasi saya, dan lahir dari para sineas2 independen dari Bandung. Saya memang agak terlambat tahu adanya film ini mengingat liputannya yang terbatas dan juga diputar terbatas (hanya di blitz megaplex).

Film ini sungguh dibuat oleh para pecinta film, yang mengejar kesempurnaan, bukan komersialisasi film. Terlihat sekali jejak2 cinta para pembuatnya di dalam film ini.

Secara tema, film ini luar biasa, ia berani mengangkat sesuatu yang tabu, cinta antara dua insan berbeda agama, yang sebenarnya semua orang tahu, tapi tak ada yang memilih untuk membicarakannya. Ia juga tidak memberikan penilaian yang klise seperti yang biasa kita lihat, melainkan mencoba menggali masalah ini secara lebih dalam, namun tetap ringan dan tidak terlalu filosofis sehingga memberatkan. Read the rest of this entry ?