Posts Tagged ‘animasi’

h1

Up, Pixar has done it again!

August 5, 2009

upPixar menjadi satu2nya studio yang menjadi jaminan mutu. Setelah Incredibles, praktis semua film yang ia keluarkan adalah film yang luarbiasa (tanpa merendahkan film sebelum Incredibles). Setelah WALL-E, kita mengira Pixar telah kehabisan ide, tetapi ternyata ia muncul lagi dengan ide yang tidak kalah brilian.

UP adalah sebuah film yang benar2 untuk semua umur. Di dalam film ini, emosi penonton yang sudah dewasa dipuaskan, dan kelucuan khas anak2 pun dipuaskan. Ia benar2 adalah sebuah tontonan keluarga yang sempurna.

Pixar juga konsisten dengan cerita, tidak seperti tren Hollywood yang lebih mementingkan efek visual atau suara. Meskipun film unggul secara grafis dan juga disajikan dalam pilihan format 3D, ia tidak melupakan faktor cerita. Read the rest of this entry ?

h1

Tales from Earthsea, film Ghibli yang paling mengecewakan

April 27, 2009

tales_from_earthseaMau tidak mau semua penonton film keluaran studio Ghibli punya ekspektasi tersendiri terhadap film2 keluaran studio ini. Dua nama besar studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki dan Isao Takahata seperti jaminan mutu untuk sebuah film kartun berkualitas, baik yang magical dan kreatif seperti Miyazaki, maupun yang kelam dan realis seperti Takahata.

Kali ini adalah barisan kedua (atau cadangan yah?) dari studio Ghibli yang turun, yaitu Goro Miyazaki, anak dari Hayao Miyazaki. Ia nampaknya belum bisa mengarahkan film sekelas senior-seniornya. Sentuhan khas studio Ghibli belum terlihat dalam film ini, di luar tata gambar dan tata suaranya. Read the rest of this entry ?

h1

WALL-E, Extraordinar-e Movi-e

August 19, 2008

Pixar kembali sukses dengan karya terbarunya, WALL-E. Seperti biasa yang saya tunggu dari Pixar adalah sebuah film dengan cerita yang menarik, bukan seperti film kartun lainnya yang hanya mementingkan kualitas gambar ditambah humor sana sini yang menghibur. Film2 keluaran Pixar benar2 memiliki cerita yang mendalam.

Sebagian besar review melihat WALL-E sebagai sebuah film yang membawa isu lingkungan dengan mengetengahkan WALL-E (Waste Allocation Load Loader-Earth Class), “seorang” robot pemadat sampah, yang mengumpulkan dan memadatkankan sampah lalu menyusunnya. Setting cerita mengarah pada 700 tahun setelah bumi ditinggalkan manusia karena sampah sudah membuat bumi terpolusi sehingga tidak layak dihuni. Jadilah WALL-E menjadi penghuni bumi dan dengan setia membersihkan bumi dari sampah selama 700 tahun.

Isu lingkungan memang terasa kental, tapi ada yang luput dari perhatian sebagian kritikus. Mereka tidak melihat sinisme Pixar (seperti halnya sinisme yang dihadirkan Pixar dalam film Cars Read the rest of this entry ?

h1

Kungfu Panda, isn’t it cute?

July 11, 2008

Saya termasuk yang agak terlambat nonton film Kung Fu Panda. Pertama, kupikir judulnya kurang mengundang, terlalu stereotype, dan tidak mengundang. Tapi belakangan akhirnya aku nonton juga, karena tidak ada tontonan lain dan kebetulan juga antriannya sudah tidak separah di awalnya.

Saya memang mulanya tidak terlalu berharap dengan film ini, namun di luar dugaan, film ini jauh melebihi ekspektasi. Aku memang selama ini hanya mempercayai PIXAR sebagai pembuat film animasi yang berbobot. Di luar itu aku skeptis. Namun tim pembuat film ini ternyata bisa menepis itu.

Satu hal yang bisa kukatakan untuk film ini, lucu luar biasa! Dan ia lucu pada beberapa level. Ia bisa saja menghibur seorang anak kecil dengan komedi slapsticknya, namun dengan dialognya yang kocak dan absurd juga bisa membuat seorang dewasa terpingkal2. Di sinilah kelebihan film ini. Read the rest of this entry ?