h1

Film Komedi Indonesia 2: Madame X

November 16, 2010

Aku sebenarnya berharap banyak dari film ini. Pertama, film ini lahir dari PH Kalyana Shira yang selama ini belum pernah mengecewakanku. Lihat saja film2 keluaran mereka yang gila seperti Quickie Express. Begitu pula film seperti Janji Joni, Arisan, dan Berbagi Suami. Semuanya tidak ada yang mengecewakan. Jadi paling tidak aku mengharapkan film komedi sekelas Quickie Express, dan rada2 saru gitu. Kedua, film2 Kalyana Shira selalu mengusung ide-ide maju yang menarik untuk disimak. Sayangnya, harapanku ternyata berlebihan. Ini adalah film terburuk dari Kalyana Shira.

Ide film ini sebenarnya cukup menarik, begitu pula tema yang diusungnya. Ia mengangkat kaum minoritas yaitu kaum transgender yang sering dianggap sampah masyarakat sehingga harus disingkirkan. Film ini temanya terasa menggigit di tengah maraknya fundamentalisme ingin memaksakan pandangan satu agama kepada seluruh sendi kehidupan.

Film ini eksekusinya sangat buruk. Bukannya saya anti film transgender, tapi entah mengapa Aming di dalam film ini aktingnya begitu menjijikkan. Bandingkan dengan film Iron Ladies buatan Thailand yang juga bertema transgender. Film ini bisa membuat saya bersimpati pada mereka. Dan itu tidak terjadi pada film ini. Mungkin karena film ini begitu eksploitatif dan kurang menggambarkan kehidupan transgender sesungguhnya. Di satu pihak mungkin produser ingin membuat film yang komikal, namun komikalnya berlebihan sehingga membuat muak.

Film ini lebih terasa sebagai salah satu episode Extravaganza daripada sebuah film bioskop dengan parodi2nya. Apa lagi film ini begitu Aming-minded, sehingga saya benar2 tidak bisa melihat film ini sebagai sebuah film bioskop. Okelah ia lucu seperti sebuah lawakan panggung, tapi panggung tidak sama dengan bioskop. Art-directionnya begitu kedodoran, padahal katanya mahal. What a waste of money. Bahkan untuk sebuah film TV saja belum layak.

Sekali lagi, ide cerita boleh bagus, moral cerita yang diusung boleh bagus, tapi film tidak dijamin bagus dengan eksekusi yang asal2an. Lebih baik lain kali film seperti ini dibuat oleh sutradara dan penulis skrip yang kawakan, jadi tidak asal2an.

Film: 2.5/5

Sutradara: 2/5

Akting: 2.5/5

Skrip: 2/5

One comment

  1. Satu lagi! Perasaan gue pas nonton film ini: Lost in Translation. Pertama, subtitle untuk bahasa Sunda-nya ga ada, jadi, ada beberapa dialog yang gue ga ngerti maksudnya (>.<) Kedua, gue ga mengikuti perkembangan infotainment di Indonesia, jadi, ada beberapa joke yang gue juga kurang paham. Haha.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: