h1

Film Komedi Indonesia 1: Laskar Pemimpi

November 15, 2010

Belakangan saya agak jarang nonton film, dan jarang nulis juga. Karena pasokan film lagi seret dan lagi sibuk juga. Jadinya lebih banyak nonton di DVD saja. Dalam masa2 ini sebenarnya ada beberapa film yang saya tonton juga sebetulnya dan akan saya review dalam seri tulisan ini.

Film ini adalah sebuah film yang unik, yang terus terang tidak begitu terlihat dari iklannya. Karena melihat Project Pop kita tentunya akan mengira bahwa film ini adalah sebuah film komedi parodi. Yang tidak saya duga, film ini ternyata juga adalah sebuah film musikal, yang merupakan salah satu core competence dari Project Pop juga. Dan ini adalah sebuah kejutan yang menyenangkan.

Film ini adalah sebuah film parodi komedi dari kisah perjuangan seputar Agresi Militer II Belanda sekitar bulan Desember 1928, dan diakhiri dengan klimaks Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Film ini tidak berpretensi ambisius seperti serial MERAH PUTIH, yang ingin membuat film perjuangan yang membara (dan gagal besar menurut saya). Film ini hanya ingin menghibur, itu saja, dan mereka berhasil dengan sukses menghibur saya.

Film ini memang tidak perlu terlalu diseriusi dari jalan ceritanya. Tentang siapa yang menggagas serangan umum Jogja misalnya. Tentang peranan Soeharto. Tentang laskar Siliwangi di Jogja itu. Toh mereka memang tidak berniat membuat sebuah film yang realistik, melainkan sekedar menghibur lewat sebuah setting kisah perjuangan.

Film ini memang sekedar melompat dari satu kelucuan ke kelucuan lain, tanpa terlalu berpretensi dengan cerita dan penokohan. Tokoh-tokohnya sekedar dibuat komikal, dari tokoh yang bodoh minta ampun, yang nekad, yang sok pintar, yang kasmaran, dan yang salah sangka, dibalut juga dengan beberapa joke nyelekit khas mereka. Semuanya adalah ramuan khas Project Pop. Kalau anda memang terbiasa dan menikmati suguhan khas mereka, ini adalah film untuk anda.

Kalau saja film ini bisa juga membalut emosi penonton, ia dapat menjadi lebih dari sekedar film komedi. Namun ini nampaknya masih di luar kemampuan Monty Tiwa sebagai sutradara.

Film : 3.5/5

Sutradara: 3/5

Skrip: 3.5/5

Akting: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: