h1

Religulous, Ridiculous

August 20, 2010

Di tengah maraknya gerakan fundamentalisme agama di seluruh dunia, mungkin film ini layak disimak. Film ini adalah sebuah film dokumenter yang dibuat seorang pelawak ateis, Bill Maher. Di dalam film ini ia ingin menunjukkan betapa “lucunya” manusia yang masih mempercayai agama yang menurutnya merupakan produk ketinggalan jaman, dan harus ditinggalkan kalau manusia ingin maju.

Pertama perlu diingat, film ini adalah sebuah film komedi, walaupun tema yang diangkap adalah sebuah tema yang serius. Karena pendekatannya yang komedi, kita jangan berharap di dalamnya ada dialog-dialog cerdas yang memakai logika yang ketat. Yang dingin ditunjukkan oleh Bill Maher hanyalah fakta-fakta yang membuat orang menertawakan agama.

Maher memang sukses “mempermalukan” agama dengan menunjukkan beberapa personalitas dari agama Mormon, Scientologi, Kristen Fundamentalis, agama Cannabis yang menghisap ganja sebagai ibadah, dan bahkan orang yang mengaku Yesus.

Namun di lain pihak, Maher nampaknya masih menunjukkan simpati kepada agama asalnya yaitu Katolik Roma, yang mendapat sorotan positif dalam film ini, sebagai agama yang bisa berdamai dengan rasio. Seorang pastor digambarkan bukan lagi sebagai seorang bigot yang percaya Yesus pasti lahir pada tanggal 25 Desember di tengah hujan salju, dan percaya dengan teori evolusi. Ia bahkan menunjukkan dengan tegas dalam wawancaranya dengan kepala Observatorium Vatikan, yang merupakan badan yang membawahi kebijakan sains agama Katolik Roma. Kepala Observatori tersebut menunjukkan dirinya sebagai orang yang terbuka dengan padangan sains, dan tidak melihat kitab suci secara harafiah. Ia menunjukkan bahwa agama Katolik sekarang sudah jauh berbeda dengan agama Katolik dulu yang menghukum Galileo karena telah mengatakan bahwa bumilah yang mengitari matahari, bukan sebaliknya.

Sayangnya film ini sekedar film komedi, berbeda dengan filmh2nya Michael Moore yang meskipun dibawakan secara komedik memberikan fakta-fakta yang mencengangkan. Film ini tidak banyak berbicara fakta yang berkesinambungan, sekedar meloncat dari satu kelucuan ke kelucuan lainnya.

Film ini hampir pasti membuat kuping orang yang percaya agama secara tertutup marah besar. Namun justru itulah yang diinginkan Maher. Dengan demikian ia telah membuktikan bahwa orang yang percaya pada agama adalah orang yang pandangannya sempit, yang akan membunuh orang yang tidak sesuai dengan pandangannya.

Film ini bisa ditonton gratis di sini.

Film: 3.5/5

Sutradara: 3/5

Skrip: 3.5/5

Ide: 4/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: