h1

Capitalism, Michael Moore’s Love Story

July 21, 2010

Ya. Ini adalah sebuah kisah cinta. Cinta yang indah di awal namun berakhir dengan sebuah tragedi. Namanya kapitalisme.

Michael Moore kali ini menohok pusat dari semua masalah. Kapitalisme tanpa batas yang memungkinkan penumpukan aset pada segelintir 1 persen orang, dan mereka menguasai hajat hidup 99 persen umat manusia lainnya, tanpa disadari oleh yang lain. Itulah kekuatan kapitalisme. Dan Michael Moore membuat ini untuk membuka mata anda.

Bagi anda yang sudah terbiasa dengan gaya Moore, tentu saja anda tetap disuguhi dengan humor yang menggigit sarkas, namun bisa membuat anda menangis di lain pihak. Itulah Michael Moore.

Kali ini, Michael Moore juga membawa sentimen agama, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dalam beberapa adegan ia memperlihatkan wawancara dengan rohaniwan bahkan uskup Chicago mengenai pendapat mereka tentang kapitalisme, dan jawabannya mereka cukup mengejutkan.

Beberapa footage juga memberikan harapan. Tentang sebuah pabrik roti yang didirikan sebuah koperasi, dimana gaji CEO-nya sama saja dengan gaji karyawannya. Kelihatannya seperti surga sosialis ya?

Moore kali ini memang lebih berani ketimbang film sebelumnya, memperlihatkan betapa korupnya kongres di Amerika yang terbeli oleh dunia usaha. Dan bagaimana mereka bisa bebas dari hukum dengan membeli kekuasaan, tidak peduli dari partai republik atau demokrat.

Film ini  memang membuat kita miris akan kondisi dunia yang tidak adil, dan lebih miris lagi karena ketidakadilan itu adalah sebuah desain. Namun di lain pihak film ini masih memberikan harapan. Orang yang 99% itu jumlahnya jauh lebih banyak. Dan bila mereka bersatu untuk memperjuangkan nasib mereka, perubahan bisa terjadi. Namun itu tidak gampang, karena dari yang 99% tadi, masih banyak di antara mereka yang bermimpi untuk menjadi yang 1 persen. Lagi pula, siapa yang tidak mau kaya, dan mati masuk surga?

Kalau belum nonton, bisa dilihat di link ini:

http://topdocumentaryfilms.com/capitalism-love-story/

Film: 4/5

Sutradara: 4/5

Skrip: 4/5

4 comments

  1. Aku ngakak abis pas bagian Carter pidato ttg bahaya kapitalisme vs Reagen yg jadi contoh bagaimana layaknya “seorang presiden bertindak”


  2. O iya, kasus General Motor bikin aku ingat pada PT Timah Belitung jaman Pak Kuntoro.


    • uang bisa membeli segalanya. semuanya bisa atas nama uang. uang adalah tuhan masa kini.


  3. yaaa… aku nggak diajak nonton ini…😦



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: