h1

Inception of Chris Nolan

July 19, 2010

Well Chris Nolan did it again. Kalau ada satu sutradara yang namanya bisa jaminan mutu untuk film2 Hollywood sekarang, Christopher Nolan lah orangnya. Ia sukses me-reboot Batman dengan Batman Begins dan membawa sebuah film komik menjadi serius di dalam The Dark Knight. Ia juga memukau di dalam The Prestige. Bagi anda yg memang penggemar berat film mungkin sudah melihat karya pertama yang mengangkat namanya lewat Memento. Dan kini ia menelurkan Inception yang makin mengukuhkan namanya sebagai seorang sutradara idealis, cerdas,dan isi kepalanya tidak bisa ditebak.

Film ini mungkin bukan untuk konsumsi semua orang. Walaupun sekarang tengah menduduki box office, saya ragu berapa orang yang mengerti isi film ini. Mirip seperti Matrix yang baru dipahami setelah nonton berulang kali.

Lalu apa yang ingin dibawakan Nolan dalam film ini. Ini adalah film tentang mimpi, alam bawah sadar dan ide. Bagi anda yang belum terbiasa dengan istilah2 di atas dalam pengertian yang lebih mendalam dari pengertian sehari2, mungkin anda akan cukup bingung mengikuti cerita di dalam film ini. Jika anda setelah menonton film ini dan mulai mempertanyakan tentang realitas, berarti Nolan telah berhasil menanamkan inception di kepala anda. Haha…

Nolan sebenarnya cukup memberikan tutorial tentang dunia yang ia ciptakan dalam film ini. Perhatikanlah betul2 pada setiap penjelasan tokoh tentang dunia mereka. Penjelasannya mungkin agak cepat dan membingungkan sewaktu mendengarnya pertama kali (makanya nonton lebih dari sekali dong).

Kehadiran film ini di tengah penyakit sequel dan Twilight yang tengah melanda Hollywood sungguh menyegarkan. Hollywood belakangan ini memang kurang sekali dengan ide (dengan pengecualian Pixar mungkin) dan kalah kreatif dibandingkan dengan kolega mereka di Eropa, Jepang, Korea bahkan Timur Tengah seperti Iran dan Turki. Kemajuan teknologi membuat special effect menjadi lebih penting dari cerita. Nolan menunjukkan bahwa special effect-lah yang mengabdi pada cerita, bukan sebaliknya.

Satu hal yang patut diberi acungan jempol, Nolan bukan hanya sekedar sutradara melainkan juga penulis dari film ini. Ini berbeda dengan kebanyakan sutradara Hollywood yang hanya menyutradarai dan tidak menulis. Mungkin poin ini jugalah yang membuatnya begitu berbeda. Nolan juga memberikan ide-ide orisinil dalam memahami alam bawah sadar. Bahwa ide itu seperti sebuah parasit. Tidak mudah bagi sebuah ide untuk masuk ke dalam kepala orang karena ide dari luar adalah sebuah makhluk asing yang harus disingkirkan dari pikiran kita. Dan itu digambarkan seperti pasukan pengaman yang akan membantai orang yang mencoba masuk ke dalam pikiran kita. Dahsyat. Sekali lagi, Nolan is the best.

Kalaupun ada kekurangan, Nolan kurang menjelaskan awal dari teknologi dream sharing yang melibatkan mertuanya yang dimainkan oleh Michael Cain. Mungkin Nolan harus berkompromi dengan waktu, karena kalau ia memasukkan poin ini, film ini bisa menjadi sebuah film 3 jam.

Film: 4/5

Skrip: 4.5/5

Sutradara: 4.5/5

Akting: 4/5

8 comments

  1. Setuju banget…..keren filmnya….walaupun untuk mengerti secara utuh harus nonton lagi…


  2. satu kata: captivating
    dari awal ampe akhir, mantap dah
    *cari2 benda yg bisa jadi ‘totem’ saya*


    • saya udah ada totem. jam tangan saya. di dunia mimpi jalannya ngaco. diliat sekarang jam 7. meleng dikit udah jam 10, hehe…


  3. setuju… saya mau sih nonton 2x…. tapi saya tunggu keluar di video eazy saja :))


    • sama kayaknya. gak rela keluar ongkos bioskop dua kali


  4. Nolan memang hebat, tapi menurut gua sih filmnya tidak istimewa banget. hehehe…


    • makanya aku cuma kasih 4/5, hehe. agak over-rated sih. kayak kasus darknight kemaren lah…


  5. Barusan nonton On. Maklumlah nyari yg gambarnya berkualitas bagus. sayang tanpa subtitle inggris, walaupun udah 3 kali nonton masih ada yang terlewat dialognya. konsep ttg mimpinya belum benar2 ngerti.

    Menurutku sih film ini bisa jadi film berat bagi yang mau mikirin konsep mimpi-nya Nolan, tapi bisa saja jatuhnya jd film biasa-biasa saja alias gak istimewa kalau cm mau menikmati action dan sinematografi.

    Yang aku kaget tuh pas nyari kabar soal behind the scene, ternyata Nolan gak jor-joran pakai CGI dlm film ini krn Nolan pengen tampilan yg beda dr sudut sinematografi dan spesial efek. Gak nyangka kalau prosentase CGI yg dipakai Inception lebih dikit dibanding Batman Begins.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: