h1

Pintu Terlarang

November 25, 2009

Saya terlambat nonton film ini, namun rupanya keterlambatan ini membawa hikmah. Film ini akhirnya saya tonton dalam format VCD keluar Jive Collection, dan tanpa sensor! Denger2 sih di bioskop ada dua adegan yang disensor, yaitu adegan potong leher dan marital rape. Keduanya ada di dalam format VCD. Mengenai sensor menyensor bisa dilihat di sini.

Oke, sekarang tentang filmnya. Film ini dibuat berdasarkan novelnya Sekar Ayu Asmara. Aku pertama mengenal karyanya lewat Biola tak Berdawai, dan Belahan Jiwa. Biola tak Berdawai bagus, tapi untuk genre thriller seperti Belahan Jiwa, karya Sekar sekedar kunilai lumayan, gak jelek2 amat. Makanya aku tidak terlalu berharap dengan Pintu Terlarang yang juga bergenre thriller.

Ternyata film ini melebihi pengharapanku (entah karena faktor Ayu atau faktor Joko Anwar sebagai sutradaranya). Ceritanya dibangun dengan rapi, dan aura thriller-nya sangat terasa, dari awal sampai memuncak di akhir film di adegan meja makan. Mantap, belum pernah aku nonton film thriller made in Indonesia yang sebagus ini!

Sang sutradara bisa mengarahkan para pemain (yang biasanya main sinetron seperti Fachry Albar) sehingga mengeluarkan semua kemampuannya. Jempol untuk sang sutradara. Begitu pula dengan penulis skripnya yang  Joko Anwar. Jempolan! Jadi penasaran dengan novel aslinya apa emang sebagus itu, atau ini murni kepiawaian Joko Anwar sebagai penulis skrip yang mumpuni.

Film ini bisa memberikan aura horor tanpa harus mendatangkan balatentara hantu, segala macam urban legend, dan bawa-bawa agama. Ia mengukuhkan bahwa yang horor ada di dalam pikiran kita, dan itulah yang persis dimainkan oleh film ini. Ketakutan itu ada di dalam otakmu!

Musik di dalam film ini juga di atas rata2, sesuatu yang jarang ditemui di dalam film Indonesia (kecuali karyanya Riri Riza seperti 3 Hari Untuk Selamanya dan Gie, tapi tidak untuk Laskar Pelangi, the music sucks).

Hail for Joko Anwar, you are the best thriller master in Indonesia.

Satu tips terakhir, kalau udah nonton jangan cerita2 sama yang belum nonton, anda akan merusak kenikmatan nonton teman anda.

Bonus: coba cek http://www.herosase.com

Film: 4.5/5

Sutradara/skrip: 4.5/5

Akting: 4/5

Musik: 4/5

14 comments

  1. Kalau nggak baca postingan ini, aku gak bakalan tau kalau film ini menarik. Baru kali ini aku puas nonton film thriller buatan Indonesia. Emang betul, benar2 gak nyangka kalau Fachri Albar itu artis sinetron, adegan di meja makan Albar benar2 bagus.

    Aku ada tambahan, aku suka dengan angle kamera yg diambil, sangat tidak biasa buat film Indonesia.

    Ada info kenapa Joko sengaja ngambil setting (walau gak terlalu jelas) jaman Amerika tahun2 1930an. Bukan hanya bangunan (yg paling kentara bioskopnya) tapi juga musik yg dicomot buat pengisi, khas jaman2 Great Depression.


    • coba lihat majalah2 yang digelar di depan Gambir. Sayangnya aku gak gitu jelas liatnya. Kayaknya itu yang menjadi inspirasinya. Dan begitu dapat majalah baru… cerita pun berganti.

      Dapat bocoran dari internet, palang jalan yang bernama Modus dan Anomali adalah clue film Joko Anwar yang berikutnya.

      Gak nyangka yah Si Joko yang anak penerbangan ITB bisa bikin film bagus. Dia kuliahnya di LFM ya… Kalau kita cm jadi penonton setia LFM :p


  2. Hehehe… ide si Joko ternyata liar juga yah. Nggak nyangka banget.

    Gak nyangka yah Si Joko yang anak penerbangan ITB bisa bikin film bagus. Dia kuliahnya di LFM ya… Kalau kita cm jadi penonton setia LFM😛

    Khan gak semua orang bisa jadi dosen, tp dosen jg butuh mahasiswa buat apresiasi kuliah yg diajarkan si dosen khan.

    btw, sepertinya emang anak penerbangan punya ide liar dan gak biasa kayak Joko:mrgreen:


  3. Aku kurang puas banget degan film yang terlalu dipuja-puji ini. Terlalu banyak pertanyaan dan ganjalan yang dah aku urai di blog ku di bulan Maret 2009.


    • sudah kubaca reviewmu. masing-masing orang punya racun masing2.
      kalau anda menghujat PINTU TERLARANG, maka aku menghujat LASKAR PELANGI.


  4. pintu terlarang emang the best!!!


  5. Satu-satunya film indo terbaik yg aku tonton tahun ini. Meski masih kalah sama Kala. Bagi saya, Kala adalah karya Joko Anwar yg pling briliant. Bahkan menjadi salah satu film terbaik indonesia dekade ini bg saya, hehe.


    • wah, belum nonton KALA, tapi setelah nonton PINTU TERLARANG, kayaknya KALA juga wajib disentuh nih.
      btw, udah nonton FIKSI?


  6. kalo fiksi pastinya juga udah. keren banget. saya suka banget sama film itu.


  7. Film Indonesia yang sangat2 berkualitas dan berkelas internasional yang sayangnya malah tidak mendapat sambutan meriah dari penonton bioskop. Moga2 filmnya dapet apresiasi lebih di ajang2 festival.


  8. Joko anwar memang the best, sutradara paling smart di Indonesia, karyanya memang baru 3 film (JANJI JONI, KALA, & PINTU TERLARANG) namun ia juga aktif sbg penulis skenario (FIKSI dan ARISAN dll) Semua karyanya sangat briliant


    • ya, aku juga sangat mengikuti film fiksi.
      dia juga nulis jakarta undercover kan? tapi gak nonton aku. ada komen?


  9. […] adalah film Pintu Terlarang. Harus diakui filmnya tidak sama dengan bukunya, tapi menurutku jauh filmnya luar biasa bagus, […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: