h1

Ruma Maida

November 2, 2009

rumamaidaFilm ini diluncurkan bersamaan dengan Sumpah Pemuda. Dari tanggal peluncurannya saja, kita tentu bisa menangkap makna apa yang mau diusung film ini.

Film ini memang film yang tidak biasa. Ia berani mengambil sebuah posisi yaitu pada sejarah kecil (walaupun fiktif), bukan pada sejarah besar yang memberi pengaruh besar pada perjalanan bangsa. Ia hanya menggambarkan kisah satu orang, namun bagaimanapun, kisah tersebut, meskipun terlihat sepele sangatlah berarti pada orang tersebut.

Ia dengan berani membuat film dengan dua plot, masa lalu dan masa kini, yang dijalankan secara paralel. Ini adalah sebuah teknik yang sulit. Secara ide cerita, saya rasa ini sudah oke banget. Di sini terlihat kepiawaian Ayu Utami sebagai seorang penulis yang sudah makan asam garam.

Sayangnya film ini seperti sebuah makanan yang enak, dengan resep yang pas, tapi tukang masaknya kurang ahli. Ide ceritanya sangat menarik, castingnya juga lumayan. Semuanya sudah pada tempatnya, tinggal bagaimana sang sutradara meramunya. Sutradara gagal membuat emosi penonton masuk ke dalam film ini. Mungkin yang salah adalah ilustrasi musiknya (lagu2 NAIF kayaknya gagal membangun suasana), mungkin juga gagal memasukkan shot2 yang bisa mengikat dari satu adegan ke adegan lain. Mungkin juga kekurangan gong pada adegan akhir. Film ini bisa dibuat lebih baik lagi.

Kalaupun mau dilihat kelemahan yang paling mendasar, justru terdapat pada dua aktor utama, yang belum bisa mengembangkan karakternya dengan tepat. Mereka masih terlihat akting, belum menjiwai. Lumayanlah, tapi untuk bisa mengoyak emosi penonton, belum.

PS: Satu hal yang membuat saya yakin film ini skripnya dibuat Ayu Utami. Ia memasukkan adegan dua orang sedang jogging di atas treadmill dan berdialong. Katanya latihan kebugaran bisa membuat sel2 otak lebih bertumbuh. Ini Ayu Utami banget, yang keranjingan berolahraga karena berpikir bahwa dengan berolahraga ia bisa bertambah pintar.

Film: 3.5/5

Skrip: 3.5/5

Sutradara: 3/5

Akting: 3/5

2 comments

  1. dapet salam dari jalur busway tahun 1998 hihihi ^_^’


    • haha… iya nih. lagi pula adegan kerusuhan 98 kupikir tidak terlalu relevan untuk membangun cerita.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: