h1

Cin(t)a, sebuah film tentang Kau, Aku dan Tu(h)an

September 8, 2009

cintaAkhirnya, sebuah film Indonesia yang memenuhi seluruh ekspektasi saya, dan lahir dari para sineas2 independen dari Bandung. Saya memang agak terlambat tahu adanya film ini mengingat liputannya yang terbatas dan juga diputar terbatas (hanya di blitz megaplex).

Film ini sungguh dibuat oleh para pecinta film, yang mengejar kesempurnaan, bukan komersialisasi film. Terlihat sekali jejak2 cinta para pembuatnya di dalam film ini.

Secara tema, film ini luar biasa, ia berani mengangkat sesuatu yang tabu, cinta antara dua insan berbeda agama, yang sebenarnya semua orang tahu, tapi tak ada yang memilih untuk membicarakannya. Ia juga tidak memberikan penilaian yang klise seperti yang biasa kita lihat, melainkan mencoba menggali masalah ini secara lebih dalam, namun tetap ringan dan tidak terlalu filosofis sehingga memberatkan. Saya tidak akan membocorkan dialog2 cerdas di dalam filmnya, silakan nikmati sendiri secara langsung. Btw, bener nih ni film untuk 18 tahun ke atas?

Pertama, skripnya luar biasa. Aku pribadi mungkin agak terganggu dengan selipan2 bhs Inggris karena itu bukan duniaku, namun aku bisa memahami kalau ini dipakai untuk menggambarkan dunia tertentu yang memang terbiasa dengan percakapan demikian. Di lain pihak jarang ada film Indo dengan skrip secerdas ini. Jadi ingat masa2 kuliah di universitas gajah duduk ini yang memiliki versi masing2 untuk Hukum Newton I dan seterusnya. Gak nyangka joke2 kurang kerjaan di masa kuliah bisa masuk ke film secara manis.

Kedua, casting yang superb, terutama untuk Jihan, pemeran Annisa. Luar biasa. Padahal kesan pertama yang muncul pada adegan pertama cukup lemah, seperti halnya cewe2 cakep sinetron lainnya. Tetapi semakin masuk ke dalam cerita, sulit untuk tidak jatuh cinta kepadanya. She is truly God sent.

Untuk kameramen, terus terang aku gak nyangka, shoot dengan extreme-close-up bisa membawa efek sebagus itu untuk cerita. Angle2nya juga bagus. Kekurangan akting para debutan ini bisa tertutupi dengan cara pengambilannya. Luar biasa.

Terima kasih juga untuk penata musik Muhammad Betadikara, dan soundtrack yang dibawakan oleh Homogenic. Jenius. Lagunya bisa masuk ke dalam aura filmnya dan sungguh memperkuat aura film tersebut. Jarang ada film Indonesia yang bisa matching antara musik dan film. Two tumbs up! Kalau pun ada kekurangan, kayaknya di sound mixing, terutama di bagian2 awal yang cukup mengganggu. Tapi makin ke belakang semakin baik.

Last but not least, bravo untuk sang sutradara, Sammira Simanjuntak, beserta seluruh crew. Adegan2 yang off-frame menurutku luar biasa. Ibu hanya dari suara, begitu juga TV yang hanya diambil suaranya. Di satu pihak menghemat budget, namun efek ke cerita justru semakin kuat. Begitu pula dengan selipan2 wawancara yang semakin memperkuat ide cerita.  Dan kemesraan yang hanya digambarkan dengan JARI! Wow! Cuma satu yang kukritik. Kayaknya semutnya masih bisa dieksplor lebih jauh lagi. Semut yang ada di melati di adegan terakhir kok kurang terasa nendang ya, padahal mestinya gongnya ada disitu. Di luar itu: You are the best. You are truly God sent director, the light  in the darkness in Indonesian movie realm. Terus berkarya!

Btw, God is indeed a Director, but the ending of His/Her movie is beyond our comprehension…

Website resmi: http://www.godisadirector.com

Film: 4/5

Sutradara: 4.5/5

Skrip: 4/5

Kamera: 4/5

Musik: 4/5

5 comments

  1. setuju bro.. nih film recommended banget. Dialognya cerdas and smart.😀

    yap. film indonesia terbaik tahun ini


  2. hmm…apakah yg anda bilang “cerdas” itu sama dengan yg saya anggap “cerewet”? hehehe
    tapi mungkin itu yg anda bilang “dunia tertentu yang memang terbiasa dengan percakapan demikian”..seandainya dunia tsb ada, saya nggak mau gabung ah, tensi tinggi >_<

    tapi sinematografinya memang bagus sekali.

    dunia yang digambarkan kupikir memang bukan dunia real, tapi sureal. aku kebetulan juga ada di ITB tak jauh dari masa2 itu, namun tidak melihat dunia seperti yang digambarkan di film itu. tapi itulah seni, ia bisa masuk ke dunia real sekaligus sureal, demi sebuah penyampaian ide. ia tidak harus menyatakan sebuah fakta murni seperti halnya sains.

    yang kusebut “dunia tertentu dengan percakapan yang demikian, mengacu pada percakapan yang bahasa inggris campur2 itu (yang aku anggap agak mengganggu, dan menurutku lebih baik pakai bahasa indonesia murni, tapi sekali lagi ini penilaian subjektif). mengenai percakapan yang nyerempet2 seperti di film (tanpa pakai bahasa inggris campur2), sehari2 aku memang hidup di dunia seperti itu, karena aku kuliah di jurusan filsafat. hehe… peace V,,,


  3. @ajirenji : namanya juga film. Kalo maksudnya “cerewet” disini apa ya?


  4. @bangmupi: iyah…mungkin gw berharap film ini lebih membumi termasuk dialog2nya, ternyata mungkin memang sengaja tidak dibuat demikian, tapi ya teu nanaon, kayak kata semuareview, mungkin filmnya nyebrang ke sureal, mungkin saya yg kurang siap untuk itu..walaupun tetep yg paling ganggu di film ini menurut saya adalah Editing nan centil. T-T

    @semuareview: ho…pantesan..hehehe. Saya juga setuju sebenarnya bahwa ide dan adu kalimat di film ini mind-provoking *daripada ditimpukin hehehe, peace V*…hanya saja jadinya saya yg kurang bisa relate kepada karakter2nya…kedalaman cinta Cina dan Annisa juga kayaknya ketutup sama dialog tingkat tinggi, i wasn’t sure they actually in love with each other -asik, gak mau kalah pake basa inggris juga ^o^, jadinya mereka mau jadian atau nggak, saya nggak peduli…saya lebih peduli sama “sinematografernya sapa ya? bagus gambarnya!”. ^o^


  5. […] ini mengangkat tema pluralisme dengan pasangan yang berbeda agama (seperti yang diangkat film Cin(t)a beberapa waktu lalu. Ini adalah sebuah tema yang sensitif yang cenderung banyak dihindari untuk […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: