h1

Garuda di Dadaku, kutahu hari ini pasti MENANG!

June 26, 2009

garudaJarang film Indonesia, khususnya film anak-anak yang membahas olahraga, atau tentang anak-anak dalam menggapai cita-cita. Tema ini mungkin biasa atau malah sudah basi di kalangan film anak-anak Hollywood, namun di Indonesia ini memang barang langka. Di tahun ini kita disuguhi dua film dengan tema ini: Garuda di Dadaku dan King. Dan film yang pertama, Garuda di Dadaku tidaklah mengecewakan.

Keunggulan film ini adalah kesederhanaannya. Ia tidak membawa banyak misi, hanya menceritakan seorang anak gila bola saja, yang ingin jadi pemain nasional itu saja. Memang di dalam penggambarannya terkesan too good to be true sih, tapi sudahlah, ini kan cuma film… kalau mau serius buat dokumenter saja.Film ini menggambarkan dunia anak2 dengan wajar, yang penuh dengan beban sekolah dan les, dan sudah mulai goda2in teman yang naksir cewe. Semua digambarkan dengan pas, tidak berlebih dan menggurui. Akting anak2 juga wajar, tidak kalah dengan akting aktor kawakan seperti Ikranegara. Tokoh sambilan yaitu seorang sopir juga membawakan kesegaran dalam alur cerita. Hanya Ari Sihasale sebagai sang pelatih bola yang terlihat agak kedodoran.

Memang untuk memberi nilai 8 ke atas untuk film ini rasanya belum cukup, ini karena apa yang ditawarkan film ini baru sebatas ini saja. Tapi eksekusi film ini membuatnya menghasilkan hasil terbaik dari seluruh potensinya. Salut buat penulis skenario Bung Salman Aristo yang semakin matang dan sutradara yang bisa memaksimalkan ide cerita menjadi sebuah film yang utuh dan enak ditonton.

Satu hal yang juga patut diberi acungan jempol adalah nasionalisme dan semangat juang yang diusung film ini, dengan cara yang tidak menggurui. Pluralisme juga digambarkan tanpa gembar-gembor melalui beragamnya anak yang lolos seleksi U-13 PSSI. Semuanya terasa wajar dan tanpa beban.

Mudah2an dengan adanya film seperti ini, semakin banyak produser membuat film anak dan keluarga khususnya untuk musim liburan anak sekolah seperti sekarang. Kami selaku penonton sudah muak dengan pocong, kuntilanak dan film jorok. WE WANT MORE!

Skrip: 4/5

Sutradara: 3.5/5

Akting: 3.5/5

Film: 3.5/5

2 comments

  1. […] mengobarkan nasionalisme, ketimbang menghabiskan 60 milyar, masih mending film GARUDA DI DADAKU, yang menggambarkan keinginan seorang anak untuk memakai kaus tim nasional dengan lambang garuda di […]


  2. […] ada dibelakangnya adalah Mizan Production yang telah melahirkan film seperti LASKAR PELANGI dan GARUDA DI DADAKU. Harapan bahwa film ini adalah sebuah film yang bermutu melambung […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: