h1

Lari dari Blora, Lari dari Kenyataan

April 17, 2009

bloraDi luar pengetahuanku, di Indonesia ada yang juga menganut Civil Disobedience seperti yang ditulis oleh Henry Thoreau. Mereka adalah orang-orang Samin, pengikut Samin Surosentiko (1859-1914). Kisah mereka inilah yang coba diangkat film ini.

Secara ide, film ini sangat menarik, melihat bagaimana orang-orang Samin ini hidup di era modern di dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, dengan menutup diri dari dunia luar dan tidak mau mengakui hukum di luar hukum yang mereka buat sendiri.

Ia dimulai dengan seorang peneliti dari Amerika yang ingin meneliti tentang masyarakat Samin. Sementara itu dua pelarian dari penjara juga bersembunyi di tengah masyarakat Samin dengan harapan bebas dari jangkauan hukum. Sementara itu seorang guru muda idealis (atau sok idealis) membantu sang peneliti sambil berjuang untuk “mencerdaskan” masyarakat Samin.

Dialognya berjalan kaku seperti nonton drama anak SMP yang baru belajar teater (beberapa teater anak sekolah mungkin masih lebih baik aktingnya). Karakter tokohnya juga gak jelas, seorang lurah yang lebih bermental LSM, seorang guru yang lebih bermental pejabat, tanpa penjelasan dalam jalan cerita kenapa itu terjadi. Yang agak lumayan hanya WS Rendra yang memerankan Mbah yang menjadi tetua masyarakat Samin.

Yang mengherankan adalah skripnya yang terlihat terlalu ingin terlihat cerdas. Ia menggunakan jargon yang hampir tidak pernah dipakai di dalam dialog orang kampung. Ia menggunakan kata “etika” dalam arti yang benar-maksudnya arti dalam filsafat yang adalah refleksi tentang yang baik dan yang buruk-bukan dalam arti yang sering dipakai sehari-hari yaitu kebiasaan atau sopan-santun.

Sisanya berantakan, flow cerita yang kaku, akting pas-pasan, ending yang dipaksakan. Jalan ceritanya gagal menyatukan tiga cerita menjadi satu film. Semuanya menjadi sekedar tempelan saja yang hanya sedikit lebih baik dari cerita sinetron. Sayang sebenarnya sebuah potensi cerita yang bagus di tangan mereka yang masih kurang skill sinematografinya.

Film: 1.5/5

Skrip: 1/5

Akting: 1/5

Sutradara: 2/5

3 comments

  1. Dulu aku pernah baca sekilas ttg penganut faham saminisme, malah pernah kuanggap punya konsep pergerakan mirip dgn amish di amrik sana. Sekarang sih pas baca sana sini, sejarah terbentuknya saja sudah sangat berbeda tentu konsep dasarnya jg tidak sama walau terlihat mirip “Amish-nya Indonesia”.

    Sayang banget kalau tema film yg jarang dan menarik kayak ini dibuat cuma sekedar film asal jadi.

    iya nih. sayang banget. denger2 malah masyarakatnya sendiri tidak mengijinkan film ini dibuat. bisa dibaca di http://desantara.org/v3/index.php?option=com_content&task=view&id=288&Itemid=314


  2. Lari dari Kenyataan eh Blora? Katanya skenario film ini menang di lomba menulis skenario tahun kapan (lupa). Jadi kalo mo bikin skenario, ga usah aneh-aneh. Tulis aja apa adanya, ga usah terobsesi untuk menjadi ‘cerdas’. Salah-salah malah jadi kelihatan aneh.


    aku pas nyari2 info juga bacanya gitu. tapi masak sih skenario yang menang jelek kayak gini? mengingat juri2nya kayaknya cukup mumpuni. tapi tau deh…


  3. sayang yah …. tapi memang membuat film seperti ini tidak gampang dan berada di luar main stream sehingga resiko kerugian pembuat film jadi besar, kalau dilihat dari sisi ini perlu juga sih di acungin jempol.

    Salam,

    ya. mungkin mereka perlu lebih banyak woro2 supaya dapat dukungan penuh. kupikir banyak kok orang yang peduli dan punya skill sinematografi yang baik. aku sendiri lagi mau buat film dokumenter, lagi cari dukungan nih… soalnya aku sendiri bukan orang film yang ngerti teknisnya.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: