h1

Knowing, Pengetahuan adalah Kutukan

April 16, 2009

knowingFilm ini kurang mendapatkan pujian dari kalangan kritikus, kecuali dari Roger Ebert. Roger Ebert sendiri menulis cukup banyak di blognya mengenai mengapa banyak kritikus tidak menyukai film ini.

Film ini mungkin agak sulit dimengerti oleh mereka yang tidak terbiasa dengan fiksi tema apocalypse (akhir dunia).  Apalagi ditambah dengan beberapa konsep akhir dunia yang meskipun sering diberi label pseudosains tapi mendapat perhatian yang cukup besar umumnya dalam buku2 sains populer.

Salah satu kekuatan film ini adalah intensitasnya yang didukung oleh tata musik dan editing yang baik. Sudah lama saya tidak menikmati film yang se-intense ini dalam penggambarannya. Mungkin juga karena saya sudah tahu ide dasar dari film ini sehingga tersedot ke dalam alur cerita dan benar-benar bisa menikmati film ini.

Film ini juga cukup menarik secara filosofis, terutama bagi mereka yang memang sudah terbiasa bergaul dengan terminologi yang disampaikan di dalam film ini, misalnya tentang perdebatan determinisme dan kejadian random, yang nantinya menentukan apa pandangan kita tentang hidup. Perdebatan ini adalah sesuatu yang sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam tema kosmologi, yang diperankan Nicolas Cage sebagai dosen astrofisika dan juga koleganya yang dosen kosmologi.

Sayangnya perdebatan filosofis yang seru justru terlihat kontraproduktif dengan jalan cerita tema apocalypse yang diusung film ini. Ketimbang saling menguatkan justru saling melemahkan. Untungnya  tata musik film ini memang luar biasa dengan Symphony No.7 dari Beethoven pada saat adegan2 kunci.

Film: 4/5

Musik: 4/5

Akting: 3.5/5

Editing: 4/5

Spoiler potential!

Untuk lebih bisa menikmati film ini saya bisa sarankan untuk melihat bukunya Erich von Daniken, Chariot of the Gods dan God from Outer Space. Salah satunya membahas tentang Kitab Yehezkiel (salah satu kitab dalam Bibel) yang dibaca dengan cara yang berbeda, yang menjadi dasar bagi film ini.

Kutipan dari Yehezkiel Pasal 1 ayat 4-27

4  Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
5  Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
6  tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
7  Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.
8  Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:
9  mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.
10  Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
11  Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka.
12  Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
13  Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
14  Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.
15  Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
16  Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain.
17  Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan; mereka tidak berbalik kalau berjalan.
18  Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
19  Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
20  Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
21  Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
22  Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
23  Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
24  Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
25  Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
26  Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
27  Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.

7 comments

  1. nice review. Gua suka film ini.

    tengkyu. udah nonton juga? tulis reviewnya juga dong


  2. Belum nonton sih, tp kepengen banget nontonnya. Tema apocalypse by disaster emang udah sering dibahas banyak film, tp yg ini kayaknya berbeda.

    Ntar dicari deh bajakan bagusnya:mrgreen:


    aku benernya masih penasaran dengan film 2012nya roland emmerich. tapi karena dulu kecewa dengan the day after tommorow, jadi gak terlalu ngarep


  3. gua juga pengen nonton 2012. Gua suka sih The Day After Tomorrow. Tapi memang anti klimaks tuh film. But still ok. Knowing juga ok kok.😀
    Gua uda tulis reviewnya. cuma rada telat hehe.


  4. Beberapa hari lalu teman-teman saya di situs jejaring facebook ramai-ramai beropini mengenai “Knowing”, film Nicolas Cage teranyar di status facebook mereka. Beberapa berpendapat bahwa Knowing merupakan film yang “agak-agak horor”, saya tak tahu genre tersebut ada atau tidak, beberapa mengomentari endingnya — yang kebanyakan tak menyukainya, clichè — begitu katanya. Beberapa lagi bahkan setengah memaki, tak suka akan kemunculan alien di akhir film.

    Saya sih suka film ini, bahkan endingnya yang buat kebanyakan orang memuakan, menurutku sempurna! Well, sempurna bukanlah kata yang sakral buatku, terlebih untuk kasus ini.

    Ada dialog yang menarik perhatian saya, antara Caleb dan ayahnya. Kira-kira begini line-nya;
    Caleb: Kau tak percaya surga itu ada kan, Yah?
    Ayah: Aku tak bilang begitu, tapi kalau kau mau percaya, silakan!

    Aha! Dari sini saya melihat film ini bukan sekedar film bencana biasa, bahwa ada sesuatu yang tersirat yang kau harus temukan sendiri maknanya. Caleb, saya ingat-ingat, namanya tercantum dalam Injilnya Yahudi, dan nomor-nomor terurut di secarik kertas hasil coretan Lucinda yang merupakan tanggal-tanggal bencana itu adalah pinjaman dari The Book of Numbers, bagian keempat dari Taurat, walau tak ada korelasi langsung diantaranya, tapi keduanya sama-sama memiliki frasa “numbers”. Ketika ada kisah yang mengandung makna-makna tersirat dan makna-makna itu bersinggungan dengan pelajaran moral dan nilai-nilai relijiusitas, maka kita menamai kekisahan itu dengan sebutan Parable. Entah istilah apa yang tepat dalam bahasa Indonesia, tapi setahuku itulah istilahnya dalam bahasa Inggris.

    Skripsi S-1 saya sebagai mahasiswa sastra inggris berjudul “A Parable of Contemporary Jesus in Richard Donner’s Superman: The Movie”, mengangkat isu yang lumayan sensitif, bahwa saya menyamakan Superman dengan Jesus sang juru selamat. Akan sangat panjang bila saya uraikan, tapi yang pasti saya sempat dianggap sebagai seorang kristen oleh para dosen penguji karena saya hafal betul isi Injil yang merupakan salah satu daftar pustaka penyusun skripsi saya itu. Pada akhirnya dalam Bab Kesimpulan, saya menyatakan bahwa sebagai penonton film, haruslah cermat dalam memaknai film-film kontemporer, jangan hanya melihatnya di permukaan, tapi bila melihatnya dari sisi lain, dengan segala metafora yang ada disana, makna itu menanti untuk kau temukan. Dan skripsi saya mendapatkan nilai A, terbukti ilmiah.

    Lalu apa hubungannya skripsi Superman saya dengan Knowing? Gini lho, kedua film ini sebenarnya menceritakan kisah-kisah yang terdapat di dalam kitab suci, hanya saja cara tuturannya tersembunyi. Jesus adalah putra Allah, dikirim ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia. Superman adalah putra Jor-El, dikirim ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia. “El” pada nama Jor-El berarti Tuhan dalam bahasa Hebrew, dan nama asli Superman adalah Kal-El, Tuhan sang juru selamat. Caleb, dalam Taurat tercatat karena imannya kepada Tuhan, ketika para Yahudi menolak memasuki “Tanah yang dijanjikan” oleh Tuhan, Caleb menginjakkan kakinya ke tanah yang dijanjikan itu. Asumsikan saja tanah yang dijanjikan itu adalah surga, tapi mengapa masih ada yang tak mau memasukinya? Karena sebagian percaya bahwa di surga itu ada raksasa yang akan menghancurkan kaum Yahudi, tapi Caleb beriman kepada Tuhan, dan ia memasuki surga itu. Di akhir film Knowing, makhluk-makhluk yang menjemput Caleb yang disebut alien oleh teman-teman saya, menurut saya bukanlah alien sama sekali, bahwa mereka adalah metafora representasi dari malaikat. Lihat lah bentuk mereka — bersinar, dan bukankah gambaran malaikat lekat dengan sinar (atau cahaya?) atau nur? Dan bukankah para malaikat itu dapat malih rupa menjadi sesosok manusia atau apa pun yang mereka ingini? Pada akhirnya, bumi dikisahkan kiamat, tak ada yang selamat kecuali Caleb dan Abby yang dijemput para “malaikat” ke “surga” untuk suatu saat kemudian akan turun kembali ke bumi, memulai kehidupan baru..

    anda betul sekali. kadang2 banyak orang men-judge sebuah film buruk karena mereka gak paham. dan semakin kita tahu apa yang ada dibalik permukaan film tersebut, maka kita akan semakin kagum melihat keindahannya. tapi itulah masalah bagi masyarakat umum yang kurang “literate”.
    hal yang sama terjadi pada film ini. ia memang penuh dengan simbol. aku baca postingnya Roger Ebert di blog pribadinya (linknya bisa dicek di postingan ini tentang Roger Ebert), bahwa Caleb artinya anjing dalam bahasa Yahudi (dalam bahasa Inggris DOG), dan kalau dibalik …
    metafora malaikat dari yang banyak orang sebut alien memang kental sekali. bahwa hanya orang terpilih yang bisa mendengar mereka dan bernubuat, dll. dan yang paling menarik adalah pada saat “pesawat” akan lepas landas, dan sayapnya terbuka… tentu saja kita bisa bertanya apakah yang dimaksud dengan malaikat sebenarnya adalah alien yang ditemui oleh para nabi, karena mereka belum memiliki konsep sains, sehingga mereka memakai bahasa agama untuk menjelaskannya.
    you are a good and critical movie viewer! keep on watching movies… anda thanks for visiting


  5. guys, tapi ada yang bilang kalo Proyas itu penganut Scientoloty. Tapi ga tau betul ato ga?


  6. saya kasih 5/5 untuk scoringnya …suka bangetttt…hikhik
    pulang dari bioskop langsung baca bibel untuk sedikit crosscheck..hehe….
    buat saya film ini menggambarkan situasi dimana science dan unsur religi bertemu di satu titik..:D


  7. Review yang sangat menarik sekali. Saya juga sangat menikmati dan menyukai film ini. Walaupun bukanlah sebuah karya yang sempurna, tapi Knowing sama sekali bukan apocalypse biasa tapi memiliki pesan2 yang terpendam didalamnya, dimana tidak semua penonton bisa mencernanya dengan baik. Mungkin karena itu review untuk film ini pun terpecah menjadi dua bagian, ada yang pro dan ada yang kontra.

    ya. ini adalah sebuah film yang luar biasa. emang bukan buat semua orang sih kayak TRANSFORMERS, yang penuh jedar jeder, cewek seksi lalu selesai.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: