h1

The Namesake, Hati-hati ngasih nama…

April 14, 2009

namesakeSebenarnya film ini sudah beredar lama, tapi tidak masuk di Indonesia. Kalau mau dicari hanya ada dalam VCD/DVD.

Sekilas judul film ini agak menipu, karena kurang bisa dipahami maksudnya. Kalau diterjemahkan harafiah, Namesake, artinya “demi nama”. Tidak banyak membantu kan? Tapi begitu kita masuk ke dalam filmnya, ternyata ini memang sebuah film tentang sebuah nama.

Film ini terus terang membawa dua nama besar: sutradaranya Mira Nair, yang sudah terkenal kemana-mana, dan cerita aslinya yang ditulis oleh Jumpha Lahiri, seorang peraih Pulitzer, walaupun bukan untuk karya ini. Dua ini saja sudah menjadi jaminan, paling tidak cerita dari film ini tidak akan ecek-ecek.

Jumpha Lahiri, adalah seorang India yang besar di Barat, dan ia berhasil menggambarkan dengan indahnya persilangan dua budaya tersebut. Cerita ini dimulai dengan generasi pertama yang hijrah ke Barat untuk mengubah nasib supaya lebih baik, kemudian diteruskan oleh generasi kedua yang lahir di Barat. Seluruh isi film ini berisi tentang jurang antar generasi ini, yang satu masih berakar ke India, dengan bahasa Inggris yang keindia-indiaan, dan yang generasi baru sudah berbahasa Inggris dengan fasih tanpa cela.

Ada bintang film yang menarik. Yang pertama adalah pemeran utamanya, Kal Penn. Selama ini ia lebih dikenal main film2 komedi jorok seperti Van Wilder dan Harold and Kumar, eh tahunya lumayan juga kalau main film serius. Yang kedua adalah artis seksi Zuleikha Robinson. Ia lebih terkenal maen film seri seperti Lost dan Rome.

Sayangnya untuk bisa mengangkat film ini menjadi sebuah film yang sempurna sepertinya masih kurang bumbu dikit. Rasanya masih agak kurang gigit gitu. Mungkin karena eksplorasi tentang nama, sesuai dengan judul filmnya masih kurang mendalam. Tapi secara keseluruhan ini adalah sebuah film yang baik.

Film: 4/5

Sutradara: 4/5

Skrip: 3.5/5

Akting: 4/5

2 comments

  1. Konfliknya gak tajem. Jadinya filmnya lempeng banget. Kurang banget eksploitasi soal identitas. Belum baca novelnya sih

    filmnya emang lempeng banget. datar. konfliknya hanya clash of culture antara india dan barat dan itu pun tidak ekstrim. bukunya yang lain dari jumpha lahiri yang memang menang pulitzer The Interpretation of Maladies lebih bagus, karena main di emosi manusia.


  2. sebelum nonton film ini, the namesake semacam salah satu novel favorit saya….jadi excited bgt pas dipelemin, apalagi sutradaranya mira nair.
    setelah ditonton, gimana ya…berasa banget kurangnya (maksudnya emosi saya kurang terkuras..hehehe)..tapi tetep bagus kok, sampe2 saya beli dvd orinya..:D



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: