h1

Slumdog Millionaire is the Destiny!

February 24, 2009

slumdog-millionaireAkhirnya Oscar tahun ini adalah untuk Slumdog Millionaire. Ini tidak bermaksud mengatakan bahwa film2 yang lain kurang baik, ini hanyalah sebuah lomba yang harus ada pemenangnya. Mungkin aura tahun ini agak beda karena kebetulan film yang berkompetisi memang banyak yang bagus, seperti katakanlah Milk, Doubt, dan the Wrestler, serta banyak yang lain. Mungkin agak beda dengan Oscar tahun 2006 yang kekurangan film2 bagus, yang hanya mewakilkan Brokeback Mountain dan Crash misalnya. Tahun ini cukup berimbang.

Cukup cerita Oscar-nya. Slumdog adalah sebuah film yang enak untuk dinikmati, walaupun dalam beberapa titik bisa membuat kita bergidik. Ia adalah sebuah film tentang impian, dan determininasi untuk mengejar impian. Kedengarannya klise seperti kebanyakan film Hollywood. Tapi coba bayangkan anda adalah seorang anak jalanan yatim piatu di kota Mumbai, India, yang ibunya meninggal dalam kerusuhan agama, dan harus berjuang untuk bisa hidup berdua bersama abangnya. Jika anda hidup sekeras itu, hanya satu yang bisa membuat anda tetap waras dan bertahan, bahwa anda punya impian. In the most degraded condition, hope after all prevails…

Pesan film ini meskipun klise, tetapi memang menarik. Sang tokoh Jamal melihat bahwa yang penting bukanlah bisa mememangkan 20 juta rupee dalam acara Who Wants to be a Millionaire. Ia toh ikut acara itu dalam rangka ingin mencari cinta masa kecilnya, Latika, yang hilang karena penjahat di masa lalu mereka. Hanya itu. Dan ia akan melakukan segalanya untuk menemukan Latika. Dan seolah2 nasiblah yang membimbing sehingga ia bisa menemukan Latika kembali. Ia hanya percaya, itu saja.

Yang pertama harus kupuji adalah cast dari film ini yang sudah bisa memindahkan skrip film dengan segala kelebihan dan kekurangannya ke dalam sketsa hidup. Ini mungkin juga menjadi contoh bagaimana sebuah film bisa menjadi bagus tanpa harus memakai bintang terkenal. Ingat film Daun di atas Bantal yang malah memakai anak jalanan di Jogja. Kadang kala akting bisa lebih natural jika memakai aktor setempat, asal diarahkan dengan baik oleh sutradara.

Cerita asli film ini memang sudah bagus. Tinggal bagaimana penulis skrip mengemasnya ke dalam film. Bagaimana cerita bisa dialirkan dari awal tanpa kehilangan gas di ujung cerita. Dan untuk ini penulis skrip telah menjalankan tugasnya dengan baik, dan layak diganjar Oscar. Kita dibawa dari awal cerita dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang membuat seorang anak dari kampung kumuh bisa menjawab semua pertanyaan Kuis Who Wants to be a Millionaire”. Dan sampai akhir kita melihat bahwa ceritanya ditutup dengan manis bahwa jawabannya memang D. It is written. Alirannya begitu bisa dinikmati dengan after taste yang enak.

Danny Boyle sendiri harus diakui keberaniannya untuk mau mengarahkan film yang secara kultur berbeda dengan dirinya. Mungkin sudah saatnya memang batas2 negara sudah dilebur. Slumdog mungkin menjadi pembuka jalan bagi negara lainnya untuk go-international juga.

Pujian pribadi saya jatuh kepada bintang cilik: Tanvi Ganesh, Mohammed Azharuddin Ismail, Rubina Ali Qweshi, Ashutash Lobo Gajiwala, Ayush Mahesh Khedeyar, and Tanay Hermant Chheda. Dan tentu saja Frieda Pinto yang telah membuat film ini begitu manis.

Last but not least, penghargaan untuk AR Rahman yang bisa menerjemahkan sight and sound of India ke dalam durasi yang singkat sebuah film. Ia layak diganjar DUA Oscar.

Film: 4.5/5

Skrip: 5/5

Akting: 4/5

Sutradara: 5/5

One comment

  1. setau gue oscar memang kadang membawa tema tertentu. Utk oscar taon ini momennya bagus banget buat pilem spt slumdog krn terror di mumbai, jaman keterbukaan thd dunia Islam di era obama, plus semakin dalamnya peran berbagai etnis dlm “wajah” film holiwut. Eniwei, pilem ini kapan maennya di bataaaaaammmmmmmmmm……………….😦

    wah kayaknya gak kan masuk batam deh git. aku nontonnya di blitz megaplex. ceweknya yang maen, freida pinto, cuakep abis….



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: