h1

The Curious Case of Benjamin Button

February 7, 2009

benjaminbuttonSebuah film berdasarkan kisah luar biasa yang dituliskan oleh sastrawan terkenal Amerika F. Scott Fitzgerald. Saya belum membaca karya aslinya jadi tidak bisa memberikan komentar berdasarkan karya aslinya. Jadi komentar saya murni dari film ini.

Film ini dibuka dengan (mungkin) sedikit membingungkan bagi sebagian penonton film ini. Ia dibuka dengan sebuah pembuat jam, yang membuat sebuah jam yang berjalan TERBALIK. Kemudian baru film ini bergulir dengan lahirnya sang bayi (atau sang kakek) Benjamin Button. Ia lahir sebagai seorang tua, yang rabun, keriput, dan rapuh. Dan semakin ia bertambah umurnya ia semakin muda, dan akhirnya meninggal sebagai seorang bayi. Sebuah kisah yang luar biasa bukan.

Kita tentunya bisa membayangkan bagaimana rasanya berhubungan dengan semua orang di sekitar kita yang semakin menua, sementara kita semakin memuda. Bayangkan juga bagaimana kita melihat masa depan kita dimana kita akan semakin segar, semakin sehat, sementara semua orang semakin renta.

Sayangnya justrunya hal-hal seperti ini kurang tergarap dalam film ini. Ia lebih memfokuskan pada petualangan si Benjamin Button ketimbang konflik mental hidupnya. Di awal sampai 3/4 film jadinya seperti sebuah film biasa. Konfliknya baru terasa pada setengah jam terakhir, dan itu adalah bagian terbaik dari film ini.

Akting Brad Pitt dan Catt Blanchett meskipun bagus, tapi masih belum cukup untuk OSCAR. Yang paling menarik untukku justru pemeran ibu angkatnya Benjamin, seorang kulit hitam yang bekerja di rumah jompo, diperankan Taraji P. Henson. Aktingnya begitu alami lengkap dengan dialeknya yang begitu ekspresif. Aktingnya adalah level OSCAR, meskipun saya belum bisa membandingkannya dengan pemeran lain. (Ia dinominasikan untuk pemeran pembantu wanita).

Skripnya menurutku memang tidak memberi ruang terlalu banyak bagi pemeran utamanya untuk menunjukkan kepiawaiannya. Rasanya film ini belum layak jadi film terbaik OSCAR tahun ini. Saya masih menjagokan Slumdog Millionaire meskipun belum nonton film ini.

Karena film ini endingnya memang sangat kuat, nontonlah sampai selesai, meskipun anda mungkin kebosanan di awal.

Waktu mungkin memang bisa dibalik, dari omega menuju alfa. Tetapi entah berjalan maju atau mundur, tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia tetap ada Betara Kala, sang raksasa yang memakan segalanya.

Film: 4/5

Akting: 3.5/5

Skrip: 3.5/5

Sutradara: 4/5

5 comments

  1. setuju bro. Ga terlalu kuat untuk nominasi Oscar.🙂 kecuali make up/CGI nih.

    ya. kayaknya kemungkinan besar dapat deh untuk make up. CGI masih harus saingan ama yang lain


  2. Taraji memang oke ya.
    Oscar untuk peran pembantu kayaknya sngat bersahabat buat bintang berkulit gelap🙂

    ya nih. cuba gooding ama jeniffer hudson emang pernah dapat sih. tapi jarang banget emang.


  3. yaaa, kok nggak ngajak2 sih nontonnya :((


  4. @kris
    Eehhh??? suka nonton film yang bikin otak mumet juga yah?


  5. yup. saya terlalu tinggi berekspektasi pada film ini.
    terlalu bertele-tele pada detil yang kurang pas, seperti pada selingkuhan Benjamin yang jadi perenang itu. Seharusnya film dengan basic cerita seperti ini bisa membuat saya menangis tak henti-henti, tapi kenyataannya tidak.

    setuju. kalau mereka lebih mengikuti cerita aslinya, kayaknya lebih menarik deh…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: