h1

The Spirit, without Spirit

January 15, 2009

the-spirit-posterSaya menunggu ini dengan penuh harapan, karena ada kaitannya dengan Frank Miller, yang membuatku ternganga2 dengan 300 dan Sin City-nya. Film ini boleh dibilang adalah titik rendahnya. Film ini ibarat sebuah film tanpa spirit. Hanya potongan-potongan komik tak bermakna.

Film ini dibuka dengan seorang jagoan yang seperti bayangan, menyusup di sela-sela kota, dan ditemani oleh kucing-kucing. Jagoan ini tidak bisa mati seperti kucing yang memiliki 9 nyawa, sebuah simbolisme yang menarik. Dan kemudian film ini mengalir dengan cerita yang linier dan gampang ditebak, tidak menyisakan ketegangan kepada penonton.

Film ini sebenarnya punya potensi untuk menjadi sebuah film bagus. Hanya saja mereka melupakan sebuah unsur yang paling penting dalam sebuah film, yaitu CERITA. Film ini gagal dalam bercerita.Kegagalan film ini terutama sekali karena ia terlalu fokus dengan gambar. Semua usaha seperti dihabiskan untuk membuat sebuah film yang comic like, yang memang terlihat bagus sekali. Bahkan dialog2nya pun comical, dan itu saya akui bagus. Tapi sekali lagi, ini film, bukan komik. Sebuah film harus panjangnya selama 1.5 jam dan koheren sepanjang waktu itu.

Yang paling segar dalam film ini hanyalah paras para aktrisnya yang wui… dan lebih dari seorang. Semuanya cakep2! Ada Scarlett Johansson, Sarah Paulson, Eva Mendes, Jamie King, Stana Katic, Seychelle Gabriel, dan paling cakep dari semuanya Paz Vega.

Humornya sebenarnya lumayan, terutama klon2 Mr. Octopus yang semuanya berakhiran dengan OS, seperti mengingatkan pada Asterix. Namanya Logos, Pathos, Nervos, Ethos, dan dipenghujung film masih ada dua klon yang masih hidup, dan namanya Adios dan Amigos! Ha..ha…

Di luar kedua hal di atas, nampaknya tidak ada dari film ini yang bisa dibanggakan. Cukup menghiburlah, tapi ya tak lebih dari itu.

Film: 3/5

Sutradara: 2.5/5

Sinematografi: 3.5/5

Akting: 3/5

3 comments

  1. Kalau udah pernah nonton Sin City, film ini jadi terasa membosankan. Mungkin Miller kepengen setia dengan “gaya khas” film-komik, tapi jadinya mirip pengulangan tema Sin City.


  2. jadi lebih jelek dari 300 dan bagaimana dengan Sin City atau mungkin Dick Tracy?

    ya, karya frank miller terburuk


  3. Makasih ya blog gue di-link
    Udah baca review The Spirit di sini: http://kartowidjojo.blogspot.com/2009/01/kapan-ya-gue-bisa-ketemu-frank-miller.html?

    udah men. setuju!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: