h1

Journey to the Center of the Earth, dalam 3D

December 2, 2008

journey3dIni adalah film 3D yang saya tonton setelah sekian lama tidak nonton film 3D. Terakhir kalau tidak salah sekitar 20 tahun yang lalu. Itu pun hanya film 3D tanpa cerita yang sekedar menunjukkan efek 3D saja.

Film ini adalah sebuah film cerita, full 2.5 jam, dengan efek 3D, yang bisa anda nikmati dengan memakai kacamata khusus. Teknologi film 3D nampaknya sudah mulai massal dan akan makin banyak film2 di bioskop biasa yang bisa anda nikmati dalam 3D. Sebuah film sekitar satu tahun yang lalu, Beowulf, sebenarnya juga sudah diedarkan dalam bentuk 3D, hanya saja yang masuk ke Indonesia nampaknya tidak dalam format 3D. Film berikutnya BOLT, kisah anjing dalam animasi, juga akan direlease dalam 3D di Indonesia.

Film ini nampaknya memang diniatkan untuk menjadi sebuah film yang dinikmati dalam 3D. Beberapa adegan seperti roller coaster jelas lebih asyik jika dinikmati dalam 3D. Namun ini pula lah yang menjadi kelemahan film ini. Ia tidak berpusat pada cerita, melainkan berpindah dari satu stunt 3D ke stunt 3D yang lain. Bagi para penonton bioskop yang memang ingin melihat film yang ceritanya bagus, ini tentunya mengecewakan.

Beowulf bahkan secara cerita lebih baik dari film ini. Dan kalau anda memang tertarik dengan ide film ini, silakan nonton miniseri keluaran Halmark dengan judul yang sama, Journey to the Center of the Earth, yang panjangnya 3 jam.

Sebagai nasihat, jangan nonton ini di bioskop biasa tanpa efek 3D. Buang-buang duit.

Film : 3/5 tanpa efek 3D 2.5/5

Skrip: 2/5

Akting: 3/5

Kamera: 3/5

6 comments

  1. Aku nonton versi DVD. Hasilnya mengecewakan, terlalu banyak adegan bertele-tele yang tak penting. Andaikan nonton 3D, aku pasti tak akan ngomel seperti ini. sigh….


  2. so di indonesia pilem ini ngga tampil dgn efek 3D On? gue jg ngga tertarik sih nontonnya. Terakhir gue nonton 3d di bingoskop itu pas nongton Spy Kids. Kalo ga salah yg part-3. Dikasi kacamata kampung segala:mrgreen:


  3. Inget dulu jaman TK atau SD diajak kakak sepupu nonton 3D film ultraman. Itu kacamata kampung dibawa pulang dipake-pake buat main jago-jagoan😛
    Bioskopnya sekarang udah jd hotel martani. On, pulang kemarin ke belitung cerita2 donk.


  4. pake 3D di bioskop tertentu. tapi kacamatanya dibalikin. bagus sih kacamatanya. tapi teknologinya kayaknya masih sama ama yang dulu. masih pake filter merah dan hijau.


  5. Kaca mata 3D yang dipakai di film ini untuk versi bioskopnya tidak memakai kacamata anaglyph (merah biru/hijau) tetapi Dolby 3D dengan projector Cinema Digital. Cara kerjanya saya ulas di blog saya di:
    http://gambar3dimensi.wordpress.com/2008/11/28/sekilas-cara-kerja-dolby-3d/

    Dan untuk versi DVD/bluray-nya, karena bakal diputar di TV biasa, mau tidak mau, terpaksa memakai teknik lama yaitu anaglyph. Namun anaglyph-nya berbeda, bukan merah-biru melainkan hijau-jingga.

    Memang menonton 3D dari DVD yg diputar di TV kita, mengharuskan kita mengatur-ulang settingan TV (contras, brightness, color temp dll) agar filter kacamata benar2 optimal menyaring gambar stereoskopis. TV CRT adalah tersulit memperoleh gambar 3D daripada TV LCD, Dan dng projector LCD/DLP di home theater (dng ruang gelap) adalah yg the best untuk nonton 3D.


  6. Udah pernah nonton nih tapi di TV, ga kebayang gmana kkalo nontonnya dengan 3D postingan yang keren, visit juga http://www.ipb.ac.id



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: