h1

Into the West, sebuah Miniseri Indian Amerika

November 6, 2008

intothewestSebuah miniseri produksi Steven Spielberg belum lama ini diputar di TV Amerika dan mendapat sambutan yang luas, menyusul kesuksesan miniseri Band of Brothers. Miniseri ini mengambil tema yang tidak biasa yaitu kolonisasi bagian barat Amerika yang pada akhirnya berakibat pada pengusiran suku Indian dari tanah mereka.

Miniseri ini ibarat sebuah pengakuan akan kesalahan yang telah diperbuat oleh bangsa Amerika terhadap suku Indian. Di sini digambarkan dalam fragmen-fragmen, bagaimana suku Indian, perlahan namun pasti, kelaparan karena kehilangan buruan, dan akhirnya terusir dari tanah mereka.

Kesemuanya ini digambarkan melalui potret sebuah keluarga pembuat roda, Wheeler, yang anak-anaknya menyebar di seluruh penjuru Amerika. Pada saat yang sama sebuah kisah yang paralel dari sudut pandang Indian Lakota juga diceritakan, mengikuti sudut pandang seorang shaman yang bermana Loved-by-the Buffalo. Secara simbolis dua benturan peradaban ini digambarkan sebagai benturan dua roda, roda kereta pada kolonis yang menuju ke barat dan roda kehidupan orang Indian yang suci bagi mereka.Di dalam serial ini pula anda bisa melihat beberapa peristiwa penting dalam sejarah Amerika seperti Pony Express yang merupakan pelayanan surat yang menghubungkan Missouri dan Sacramento, melalui daerah kekuasaan Indian, dengan pengendara kuda jarak jauh dan dilakukan secara estafet. Begitu pula dengan pemasangan kabel telegraf dan akhirnya jalur kereta api yang menghubungkan pantai Atlantik dan Pasifik. Bagaimana efek dari Perang Sipil di belahan timur terhadap belahan barat juga digambarkan dalam satu episode. Beberapa pertempuran penentuan antara Amerika dan Indian juga ditampilkan, seperti kekalahan Jendral Custer dan peristiwa pembantaian di Wounded Knee yang mengakhiri perlawanan suku Sioux.

Tokoh-tokoh dalam kisah ini cukup banyak sehingga menjadi agak sulit untuk diikuti, dan menyulitkan untuk memahami plot secara luar. Kalau Anda mulai menghafalkan nama tokoh sejak opening credit mungkin dapat sedikit membantu. Banyak pula tokoh yang hanya muncul pada satu episode dan mati pada episode berikutnya. Beberapa episode pertama memang terasa lebih nendang dibandingkan dengan episode akhir yang sepertinya sudah mencapai konklusi, bangsa Indian telah kalah.

Bagi anda penggemar si imut Rachel Leigh Cook yang sudah jarang muncul di layar perak, mungkin akan sedikit terobati dengan menyaksikan serial ini.

Secara keseluruhan, miniseri ini yang terdiri dari enam episode masing-masing sepanjang dua jam adalah sebuah miniseri yang layak untuk ditonton. Seri ini bisa membuka mata anda pada sebuah masa kelam dari sebuah negara adidaya sekarang ini.

Total: 3.5/5 (untuk episode2 awal 4/5)

Sutradara: 3.5/5

Skrip: 4/5

Akting: 3.5/5

2 comments

  1. serial ini belon ada yg nayangin di tipi indonesia ya On?

    wah kayaknya sih belum. tapi gak tau ya, aku gak punya tipi. aku nontonnya di dvd bajakan! hidup bajakan


  2. btul hdup bajakan, aku nnton jga dlu.mimpi x ye tv indo nayangin yg kyak gni.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: