h1

Babylon AD, Korban Gunting Produser

September 10, 2008

Film ini dapat review yang jelek di berbagai media. Dan setelah kutonton kutahu mengapa. Film ini dimulai dengan cukup baik dengan gambara blok timur pasca perang yang chaotik dan realistis. Semua orang menjual senjata dengan bebas dan hidup berjalan keras. Kehidupan dikendalikan oleh para warlord yang kaya dan banyak memiliki senjata, dan bepergian kemana2 dalam sebuah APC canggih tahan peluru yang lux interior dalamnya. Dan ceritanya pun dimulai dengan perkenalan tokohnya, Tooroop, seorang tentara veteran bayaran yang bekerja untuk siapa yang membayarnya. Dan ia harus mengawal seorang perawan yang sedang mengandung, yang kemungkinan akan menjadi seorang Mesias dunia baru.

Film ini terkesan stylish, seperti halnya film2 besutan sutradara Prancis. Maklum saja, film ini disutradarai oleh Mathieu Kassovitz. Terlihat jelas film ini berbeda dengan film Hollywood pada umumnya. Ceritanya juga berjalan dengan mulus, sampai pada puncak cerita.

Tiba-tiba ada beberapa adegan yang terasa terputus. Sulit untuk percaya rasanya cerita yang sudah dibangun dengan bagus di awal berakhir dengan seperti itu yang membuat filmnya hampa tanpa isi. Karena kesal kucarilah di internet tentang apa yang sebenarnya terjadi. Benar kiranya. Film ini adalah korban studio yang telah memotong paling tidak 15 menit adegan (dugaanku di akhir) sehingga membuat film ini menjadi film anak2 tanpa isi. Sutradaranya sendiri menunjukkan kemarahan dengan tidak mau mengakui film ini sebagai filmnya. Bagi yang kecewa dengan versi Hollywood harus menunggu film ini yang akan dirilis dalam versi lengkap uncut dalam DVD-nya.

Film ini didasarkan pada novel science-fiction Babylon Babies, yang tentu saja jauh lebih bagus dari filmnya yang sudah dipotong habis2an. Buku ini sebenarnya bercerita tentang betapa pentingnya pendidikan, karena kalau planet ini mau bertahan, satu2nya upaya yang bisa kita lakukan adalah mendidik anak kita sebaik2nya. Sayangnya pesan ini tidak sampai hanya karena studio film (dalam hal ini 20th Century Fox) yang gila duit.  Saking kesalnya sampai ada fans yang bilang kepada sang sutradara, kalau mau buat film yang berisi, jangan kerja sama dengan Amerika!

Film: 3/5

Skrip: 3/5

Action: 4/5

Sutradara: 3/5

One comment

  1. On, kalo menurut gue koq emang pilemnya dr awal biasa banget yak. Beda ama gaya jean-pierre jeunet yg keren abis, baik di alien resurrection maupun di amelie. Gue jg pernah dulu nongton yg delicatessen, cinematographynya asik, sayang ga ada textnya jadi gue mlongo aja hehe. Gue yakin andaikan yg 15 menit itu ga dibuang skalipun pilem ini tetep bakal segitu2x ajah. Tp bener yg lo bilang, kalo ngebayangin ceritanya, kyknya versi novelnya jauh lebih dahsyat. Menurut gue produser salah nunjuk screenwriter, director, ama casting nih hehehe



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: