h1

Iron Man, meneruskan tradisi Hero kelas 2

May 3, 2008

Hero-hero kelas dua mulai tayang di layar lebar. Belum lama ini ada Ghost Rider. Lalu Silver Surfer yang muncul di Fantastic Four. Di lain pihak, Iron Man adalah tokoh komik Marvel, satu di antara raksasa komik Amerika, bersama DC.

Yang menarik dari tokoh2 komik Marvel yang difilmkan adalah psikologi tokohnya. Terus terang ini membuat aku lebih suka tokoh Marvel yang lebih manusia dibandingkan dengan tokoh DC yang seolah super segala2nya. Lihat saja Spiderman, yang kesulitan untuk menjalani jati diri ganda, sebagai seorang superhero, dan seorang wartawan gagal. Beda sekali dengan Clark Kent yang juga sukses dalam karirnya di Daily Planet.

Begitu pula dengan Tony Stark dalam film ini. Ia mengalami konflik batin akibat teknologi persenjataan yang ia kembangkan untuk menjaga perdamaian, sepertinya malah lebih banyak menyumbang pada konflik dari pada membawa damai. Ini dikaitkan dengan peranan Amerika sebagai polisi dunia di mana-mana, dan menggelar pasukan dimana-mana. Memang ia tidak berangkat lebih lanjut menjadi seorang duta perdamaian antiperang, melainkan ia menempuh jalannya sendiri, menjadi Iron-Man!

Bagi mereka yang menyukai film full-action, mungkin film ini menjadi kurang menarik karena dipenuhi dengan dialog drama. Tetapi bagi mereka yang memang senang dengan berkembangnya karakter dalam sebuah film, film ini layak untuk dinikmati.

Film: 3.5/5

Skenario: 3.5/5

Special effect: 4/5

Action: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: