Jiffest 2009 akhirnya datang juga. Entah mengapa kok kurang terasa gegap gempitanya yah. Mungkin karena Jiffest kali ini cuma diselenggarakan di satu venue yaitu Blitz Megaplex Grand Indonesia. Kali ini dimulai tanggal 4 Desember dan berakhir tanggal 12 Desember. Lengkapnya lihat saja di websitenya http://jiffest.org
Festival kali ini akan dibuka dengan film terbarunya Riri Riza – Sang Pemimpi yang diambil dari tetraloginya Andrea Hirata, cuma ini untuk invitation only. Festival ditutup dengan New York I Love yang (sayangnya) juga invitation only.
Festival juga dimeriahkan oleh film2 Indonesia yang dirilis tahun ini dan bisa ditonton secara gratis! Beberapa film Indonesia yang layak dapat sorotan adalah Under the Tree, Pintu Terlarang, Jermal, Garuda di Dadaku, 3 Doa 3 Cinta dan Cin(t)a. Read the rest of this entry ?


Film ini dirilis terbatas di Indonesia, hanya di Blitz Megaplex dan kemudian dirilis dalam bentuk VCD/DVD oleh Jive Collection. Aku menontonnya dalam format VCD.
Saya terlambat nonton film ini, namun rupanya keterlambatan ini membawa hikmah. Film ini akhirnya saya tonton dalam format VCD keluar Jive Collection, dan tanpa sensor! Denger2 sih di bioskop ada dua adegan yang disensor, yaitu adegan potong leher dan marital rape. Keduanya ada di dalam format VCD. Mengenai sensor menyensor bisa dilihat di
Film ini memasang label yang pendek sekali, sehingga membuat kita bertanya-tanya tentang apa isinya. 9, itu saja. Namun dalam beberapa adegan awal, 9 tidak lagi menjadi sebuah magic label, karena sudah terjelaskan, meskipun kesimpulan akhirnya (yang agak mengecewakan tetap dipasang di akhir cerita).
Film ini diluncurkan bersamaan dengan Sumpah Pemuda. Dari tanggal peluncurannya saja, kita tentu bisa menangkap makna apa yang mau diusung film ini.
Jarang ada sebuah film atau cerita yang mencoba membuat interpretasi ulang terhadap sebuah legenda. Film ini adalah salah satunya. Sayangnya penggarapannya tidak terlalu total sehingga menjadi serba tanggung.