Film ini cukup mengundang dengan memasang nama Peter Jackson, walaupun hanya sebagai produser. Trailernya pun cukup mengundang, dengan gaya mockumentary. Tampilan Tapi apakah filmnya benar sebagus itu?
Film ini dibuat dengan gaya dokumenter dengan sudut pandang seorang tokoh bernama Wikus van de Merwe, seorang pekerja badan MNU, semacam badan pengelola refugee alien gitu. Alien digambarkan tiba2 sudah ada dibumi tanpa prolog. Bagi beberapa penonton mungkin ini mengganggu, tapi buatku itu sah2 saja mengingat bukan itu yang menjadi fokus cerita melainkan bagaimana manusia bisa menerima kedatangan makhluk asing di hadapan mereka. Read the rest of this entry ?


Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah dirobeknya Indonesia oleh terorisme. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah komersialisasi film nasional. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah trend haru biru film islami romantis. Aku benar2 mendambakan sebuah film perang pengobar nasionalisme, di tengah film setan dan penebar syahwat tanpa otak. Dan semua harapan itu aku tumpukkan pada film ini, MERAH PUTIH. Mungkin harapanku terlalu besar dan aku kecewa.
Satu lagi film porno-aksi beredar (buat yang bingung kenapa film seperti ini dinamakan porno-aksi lihat posting
Kita sudah kenal Superman, Spiderman, X-Men. Kita juga kenal Naruto, One Piece dan Conan. Siapa pula The 99. Ia adalah sebuah pendatang (yang relatif) baru dalam dunia komik, lahir di antara dua kutub komik dunia, Amerika dan Jepang, dari dunia Islam.
Pixar menjadi satu2nya studio yang menjadi jaminan mutu. Setelah Incredibles, praktis semua film yang ia keluarkan adalah film yang luarbiasa (tanpa merendahkan film sebelum Incredibles). Setelah WALL-E, kita mengira Pixar telah kehabisan ide, tetapi ternyata ia muncul lagi dengan ide yang tidak kalah brilian.