Karena review saya tentang 007 Quantum of Solace ini sangat2 terlambat, saya mencoba membuat sebuah angle lain tentang film ini. Yang akan saya tinjau adalah dari sisi James Bond, yang nampaknya berubah sejak diperankan oleh Daniel Craig.
Pertama, James Bond menjadi lebih banyak bergantung pada tenaga fisiknya daripada gadget2nya yang menjadi daya tarik tersendiri. Di satu pihak aku terus terang menyukai agen rahasia yang memang jago berantem (aka versi Jason Bourne dalam Bourne Series-nya Ludlum). Di pihak lain James Bond sudah begitu identik dengan mobilnya yang canggih dan segala gadgetnnya dan tentu saja dengan Q, sang pembuat gadgetnya. Something is just missing. Read the rest of this entry ?


Film ini adalah adaptasi dari tetralogi Jeanne Duprau, The Book of Ember, buku pertama: The City of Ember. Saya belum baca bukunya, ada niat beli sih, nanti kalau udah baca saya review.
Paul Verhoeven belum kehilangan sentuhannya. Bahkan menurutku dia lebih baik tidak membuat film Hollywood yang kelihatannya lagi kehilangan arah. Hollywood mungkin tidak akan memberi tempat seperti ini karena terlalu ingin berusaha menghibur, dan melupakan bahwa film juga adalah sebuah seni, dan menjadi ekspresi dari para insan seni.
Ini adalah film 3D yang saya tonton setelah sekian lama tidak nonton film 3D. Terakhir kalau tidak salah sekitar 20 tahun yang lalu. Itu pun hanya film 3D tanpa cerita yang sekedar menunjukkan efek 3D saja.