Arsip untuk Desember, 2007
Desember 23, 2007
Film ini mencoba untuk mengulangi kesuksesan film National Treasure sebelumnya. Bagi yang belum menonton film yang pertama, film ini berkutat seputar pemburu harta karun. Namun berbeda dengan serial Indiana Jones, yang diburu adalah harta karun “nasional”, milik negara maksudnya. Dan teka-teki yang dipecahkan berputar di rahasia yang secara turun-temurun disembunyikan oleh para Founding Fathers negara Amerika Serikat. Jika anda seorang peminat sejarah Amerika dan penganut teori konspirasi, film ini adalah untuk anda.
Film ini memang tidak menawarkan banyak hal yang baru. Dalam beberapa hal, lebih jelek dari film pertamanya. Jika kita sudah terbiasa dengan gaya penceritaan film yang pertama, film ini seperti pengulangan saja. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda national treasure, nicholas cage, resensi film | Leave a Comment »
Desember 23, 2007
Bagi Anda yang suka film sejarah dan kolosal, trailer film ini memang cukup menggoda. Sayangnya judulnya tidak membantu. Kata “warlord” sering dipakai untuk menunjuk pada penguasa militer satu wilayah yang terbatas. Biasanya ini terjadi karena lemahnya kekuasaan sentral sehingga satu atau dua pemimpin militer mampu menguasai suatu wilayah, bebas dari kekuasaan pusat. Untuk membayangkannya anda bisa membayangkan Jepang disaat belum disatukan oleh Tokugawa Ieyasu, yang terpecah-pecah oleh penguasa2 militer daerah yang saling berebut kuasa.
Film ini tidak bercerita tentang itu. Latarnya adalah penumpasan pemberontakan Taiping di Cina di saat pemerintahan dinasti Qing, Manchu. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda Film, jet li, resensi film, taiping, warlord, warlords | 1 Komentar »
Desember 11, 2007
Film ini adalah adaptasi dari Kitab Esther yang terdapat di dalam Perjanjian Lama.
Pertama aku agak berharap banyak dari film ini, karena kupikir bakal kental sekali fakta sejarahnya. Aku agak kecewa, karena ia benar-benar berpatokan murni dari Kitab Esther, tanpa mengambil sumber primer lain pada periode yang sama, untuk lebih mengentalkan sejarahnya.
Yang kedua, ini adalah kisah bangsa Yahudi di tengah pengasingan di Persia. Ini mestinya sebuah film yang kental nuansa Yahudinya. Sayangnya film ini berbahasa Inggris. Tidak terlalu sulit kupikir jika film ini mau memakai bahasa Yahudi ditambah bahasa Persia. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda ester, esther, one night with the king, resensi film | Leave a Comment »
Desember 10, 2007
Film ini diputar di Jiffest 2007 tanggal 8 dan 11 Desember.
Lagi-lagi, si nakal Michael Moore bikin gara2. Kali ini korbannya adalah asuransi kesehatan di Amerika Serikat. Seperti biasa, meskipun nendangnya keras, tetap saja disajikan dengan lucu.
Dengan film ini, mungkin kita jadi banyak merenung tentang pelayanan kesehatan di Indonesia sendiri. Di sini mau opname harus depe dulu, kalau gak tunggu mati aja. Ternyata di negara superpower Amerika, juga tidak surga bagi orang sakit. Meskipun dengan coverage asuransi kesehatan, film ini menunjukkan betapa banyak akal2an dari pihak asuransi yang pada ujungnya membuat kita tidak bisa klaim. Ujung2nya ya tunggu mati juga, kalau gak harta terkuras habis. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda asuransi kesehatan, dokumenter, michael moore, resensi film, sicko | 1 Komentar »
Desember 10, 2007
Film ini adalah sebuah film dokumenter yang dibuat dari kisah nyata seorang fedofilia, yang sempat membuat kasus besar di Amerika Serikat. Film ini diputar di Jiffest 2007 tanggal 9 dan 13 Desember.
Film ini berisi wawancara Pastor O’Grady, seorang pastor Katolik Roma yang melayani umat di daerah California, beberapa anak (yang sekarang sudah dewasa) yang menjadi korbannya sejak tahun 1976 beserta orang tua mereka, serta komentar beberapa pejabat gereja mengenai kasus ini. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda dokumenter, faedofilia, resensi film | Leave a Comment »
Desember 3, 2007
Film ini dibuat berdasarkan mitologi berlatar tempat Skandinavia (Viking) namun ditulis dalam bahasa Inggris Kuno, dan terjadi di sekitar masuknya agama Kristen.
Sekilas dari trailernya, anda akan disuguhi keajaiban sinematografi, namun setelah anda menontonnya, akan terlihat bahwa gambarnya membosankan, seperti melihat trailer game komputer yang panjang. Sinematografi film 3D buatan Jepang seperti Advent Children jauh lebih halus.
Hasil seperti ini terus terang mengecewakan mengingat nama besar dibelakangnya seperti Robert Zemekis yang menyutradarai Forrest Gump dan Back to the Future. Memang film ini aslinya juga dirilis dalam versi 3D yang bisa dinikmati dengan kacamata 3D di bioskop 3D tentunya. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda beowulf, Film, mitologi, resensi film | 1 Komentar »
Desember 3, 2007
Film ini akan diputar di Jiffest 2007 mendatang. Aku berkesempatan mencicipi film ini duluan di closing movie ScreamFest yang barusan berakhir di Blitz.
Film ini adalah sebuah film fantasi yang dilatarbelakangi oleh seorang anak yang patah tulang bahunya setelah jatuh yang mengunjungi secara teratur seorang pasien yang lain di rumah sakit yang sama, karena ia punya cerita yang menarik. Dan film ini menceritakan kisah sang anak dan pasien dan ceritanya secara paralel.
Salah satu keunggulan dari film ini adalah sinematografinya. Layak untuk Oscar. Sang sutradara dengan piawai mem-blend satu scene dengan scene yang lain sehingga kadang terlihat surealis. Bahkan jika Anda tidak dapat begitu mengikuti ceritanya, Anda akan tetap terpukau oleh indahnya gambar yang disuguhkan di depan Anda. Film ini dibuat di 20 negara, termasuk Indonesia, yaitu di Bali. Dan anda bisa melihat bagaimana indah dan mistisnya Bali di-blend ke dalam cerita. Read the rest of this entry ?
Ditulis dalam Film | Bertanda fantasi, Film, resensi film, tarsem | 2 Komentar »